Sukses

Komunitas Penjual Erat, Bukalapak Bidik 2 Juta Seller di 2016

Liputan6.com, Jakarta - Toko online Bukalapak mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Indonesia.

Co-founder sekaligus Chief Financial Officer Bukalapak, Muhamad Fajrin Rasyid menyebutkan, kehadiran Bukalapak di Indonesia bukan merupakan pesaing bagi pelaku UKM. Bukalapak, kata Fajrin, merupakan platform yang menyediakan tempat bagi UKM menjajakan produknya.

Dengan demikian, bisnis UKM bisa makin berkembang dan memiliki pembeli dari seluruh tempat di Indonesia. "Bukalapak merupakan marketplace di Indonesia yang terbuka, artinya semua orang bisa belanja tetapi juga bisa berjualan. Kami terbuka untuk individu, UKM, maupun perusahaan," katanya di Kantor Kementerian Koperasi dan UKM, Jakarta, Selasa (9/2/2016).

Meski tidak menyebutkan berapa jumlah penjual yang dikategorikan sebagai pelaku UKM, Fajrin mengatakan rata-rata penjual yang bergabung di Bukalapak penjualannya tumbuh dua kali lipat tiap tahunnya.

"Bahkan, ada juga yang tumbuh berkali-kali lipat. Ada yang semula omzetnya Rp 5 juta, sekarang jadi ratusan juta. Intinya, rata-rata tumbuh dua kali lipat," ujarnya.

Ia mengatakan hal ini salah satunya disebabkan karena adanya kultur yang serupa antara satu penjual dengan penjual lainnya. Bukalapak memiliki komunitas penjual yang kerap berkumpul untuk berbagi tips-tips berjualan di dunia maya.

"Kami memiliki komunitas yang sangat mendidik, kami sering mengadakan gathering, itu salah satu pembeda Bukalapak dengan marketplace lainnya. Kami saling berbagi tips agar penjual ter-upgrade. Karenanya kami sering dengar dari pelanggan Bukalapak ini responnya cepat," ujarnya.

Melihat kebiasaan yang begitu baik ini, Bukalapak bahkan menargetkan jumlah penggunanya meningkat hingga 10 juta orang di tahun ini. Saat ini, jumlah pengguna Bukalapak sudah mencapai 5 juta orang.

"Sedangkan seller-nya sekarang mencapai 650 ribu penjual. Kami menargetkan tahun ini bisa naik menjadi 2 juta penjual," tuturnya.

(Tin/Isk)

 

Loading