Bukalapak Rombak Jajaran Manajemen, Sutarman Jadi Komisaris Utama

RUPST Bukalapak 2026 menyetujui perubahan manajemen untuk memperkuat tata kelola, keamanan siber, dan mendukung pertumbuhan bisnis digital.

Diterbitkan 11 Juni 2026, 12:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) melakukan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026. Keputusan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkuat tata kelola sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dinamika industri digital yang terus berkembang.

Dalam rapat tersebut, pemegang saham menyetujui pengangkatan Drs. H. Sutarman, M.H. sebagai Komisaris Independen sekaligus Komisaris Utama Perseroan. Kehadiran mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) itu dinilai dapat memperkuat aspek pengawasan, khususnya terkait keamanan siber yang menjadi tantangan utama perusahaan digital.

Langkah tersebut dinilai relevan di tengah meningkatnya ancaman kejahatan siber. Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), kerugian akibat kejahatan siber mencapai Rp 476 miliar sepanjang November 2024 hingga Januari 2025. Selain itu, laporan penipuan digital juga melonjak hingga 1,2 juta kasus pada pertengahan 2025.

Komisaris Utama PT Bukalapak.com Tbk, RD. Adi Wardhana Sariaatmadja, menyambut positif bergabungnya Sutarman ke dalam jajaran dewan komisaris.

“Dengan pengalaman dan kontribusi beliau yang luas, khususnya dalam bidang kepemimpinan, tata kelola, dan keamanan siber, kami berharap kehadiran beliau dapat semakin memperkuat fungsi pengawasan dan memberikan perspektif strategis bagi Perseroan dalam menghadapi perkembangan industri digital yang terus berkembang serta mendukung pertumbuhan Perseroan yang berkelanjutan,” ujar RD. Adi Wardhana Sariaatmadja dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

 

Pergantian Direksi

Selain perubahan di jajaran komisaris, RUPST juga menyetujui pergantian kepemimpinan di tingkat direksi. Natalia Firmansyah ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama menggantikan Willix Halim yang telah menyelesaikan masa jabatannya.

Dalam rapat yang sama, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan kembali Victor Putra Lesmana sebagai Direktur Perseroan.

Manajemen menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk memastikan kesinambungan strategi bisnis, operasional, dan penerapan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance (GCG).

Natalia akan menjalankan tugas sebagai Plt. Direktur Utama hingga proses pengangkatan direktur utama definitif dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku dan berdasarkan rekomendasi Komite Nominasi dan Remunerasi Perseroan.

Perseroan menilai kombinasi pengalaman Sutarman di jajaran komisaris, kepemimpinan Natalia Firmansyah, serta peran Victor Putra Lesmana di tingkat direksi akan memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan industri digital yang bergerak cepat dan semakin kompetitif.

Perubahan struktur manajemen ini juga menjadi bagian dari proses regenerasi kepemimpinan yang dilakukan perusahaan secara berkelanjutan.

 

Apresiasi ke Yenny Wahid

Dalam kesempatan yang sama, Bukalapak menyampaikan apresiasi kepada Yenny Wahid yang telah menyelesaikan masa jabatannya sebagai Komisaris Independen sekaligus ESG Ambassador Perseroan.

Komisaris Utama Perseroan, RD. Adi Wardhana Sariaatmadja, menilai Yenny Wahid telah memberikan kontribusi penting selama menjalankan tugasnya di perusahaan.

“Secara khusus, kami juga menyampaikan penghargaan kepada Ibu Yenny Wahid atas kontribusi, pandangan, dan arahan yang diberikan selama menjalankan tugas sebagai Komisaris Independen Perseroan. Melalui perannya dalam mendorong penerapan tata kelola perusahaan yang baik, penguatan fungsi nominasi dan remunerasi, serta dukungannya terhadap berbagai inisiatif keberlanjutan Perseroan, termasuk sebagai Duta ESG Perseroan, Ibu Yenny telah memberikan perspektif dan nilai tambah yang berarti dalam mendukung pertumbuhan Perseroan yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” ujarnya.

Bukalapak menyatakan menghormati dan mendukung keputusan Yenny Wahid untuk melanjutkan pengabdiannya di bidang sosial, pendidikan, toleransi, dan pembangunan berkelanjutan melalui berbagai organisasi yang dipimpinnya, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui perubahan susunan manajemen tersebut, Bukalapak berharap dapat memperkuat posisi sebagai perusahaan teknologi yang inovatif, aman, dan terpercaya dalam melayani pelanggan serta para pemangku kepentingan.