Sempat Diremehkan, Ukraina Buktikan Bisa Produksi 10 Juta Drone Per Tahun

Capaian ini menegaskan Ukraina telah melampaui target awal satu juta drone per tahun yang sempat diragukan banyak pihak.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 15:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Ukraina mengumumkan lonjakan drastis dalam kapasitas produksi alutsista udara tak berawaknya. Industri pertahanan Kyiv kini mampu memproduksi 10 juta unit drone per tahun, dengan rencana ekspansi yang sudah berjalan untuk melipatgandakan angka tersebut menjadi 20 juta unit.

Presiden Volodymyr Zelensky mengonfirmasi capaian ini sekaligus menegaskan bahwa Ukraina telah melampaui target awal satu juta drone per tahun yang sempat diragukan banyak pihak.

"Saya ingat ketika pertama kali mengumumkan rencana negara: satu juta drone per tahun. Saat itu muncul banyak skeptisisme dari dalam maupun luar negeri," ujar Zelensky, dikutip dari Techradar, Senin (20/7/2026).

"Kini, kita memproduksi 10 juta drone setahun. Sepuluh, dan angka itu akan menjadi 20 juta," ucapnya menegaskan.

Zelensky menyebut pencapaian target berikutnya akan sangat bergantung pada kelanjutan kerja sama dengan mitra internasional yang menyokong perluasan sektor manufaktur pertahanan Ukraina.

Pengumuman ini bertepatan dengan tercapainya kesepakatan kerja sama pertahanan baru antara Ukraina dan Uni Eropa senilai USD 1,1 miliar (sekitar Rp 19,7 triliun).

Kerja sama yang meluncurkan program bertajuk Drone Deal ini menempatkan produksi drone sebagai pilar utama strategi militer jangka panjang Kyiv.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, membenarkan adanya pengaturan industri pertahanan baru tersebut. Kesepakatan ini memperkuat kolaborasi yang sebelumnya telah berjalan antara Ukraina dan para mitra Eropa.

Sekretaris Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional Ukraina, Rustem Umerov, memaparkan enam perjanjian terpisah telah diselesaikan di bawah kerangka Drone Deal.

Umerov juga mengklaim lebih dari 20 negara saat ini sedang menjajaki peluang untuk bergabung dalam model kerja sama serupa, yang berpotensi memperluas dukungan finansial dan partisipasi industri di luar Uni Eropa.

 

800 Ribu Target Diklaim Hancur

Akselerasi produksi ini dipicu oleh tingginya ketergantungan di medan perang, di mana sistem nirawak menjadi andalan untuk operasi surveilans, pengintaian, hingga serangan presisi.

Menteri Pertahanan Mykhailo Fedorov menyatakan bahwa sepanjang 2026, pasukan Ukraina berhasil menghantam lebih dari 800.000 target Rusia yang terverifikasi hanya dengan menggunakan drone.

Target tersebut mencakup personel, artileri, sistem pertahanan udara, markas komando, depot logistik, hingga peralatan perang elektronik.

Fedorov juga mengklaim operasi-operasi tersebut berkontribusi pada tewas atau terlukanya sekitar 167.000 tentara Rusia dalam periode yang sama.

Kendati demikian, angka-angka klaim di medan tempur ini masih sulit diverifikasi secara independen di tengah konflik yang terus berkecamuk.

 

Ambisi Kalahkan Dominasi Global

Di luar kebutuhan mendesak di garis depan, para pejabat Ukraina kerap menyuarakan ambisi yang lebih besar untuk manufaktur domestik. Kyiv menargetkan diri untuk menjadi produsen drone dan sistem robotik terbesar di dunia.

Dalam beberapa tahun ke depan, output produksi drone Ukraina diproyeksikan mampu melampaui gabungan produksi China, Rusia, dan Amerika Serikat, dengan target menembus 30 juta unit per tahun.

Tercapai atau tidaknya ambisi raksasa ini akan sangat ditentukan oleh kepastian pendanaan, kapasitas pabrik, akses rantai pasok komponen, serta stabilitas dukungan internasional. Namun, momentum saat ini menunjukkan bahwa pasokan drone Ukraina telah bergerak jauh melampaui prediksi awal.