Liputan6.com, Jakarta - Kehadiran baterai yang memiliki kinerja luar biasa tampaknya akan segera terwujud. Pasalnya beberapa peneliti dari Masschusetts Institute of Technology (MIT) berhasil mengembangkan sebuah baterai yang diklaim akan memiliki kinerja yang luar biasa.
Para peneliti tersebut berhasil membuat penemuan yang disebut sebagai partikel 'yolk' dan 'shell'. Penghitungan yang telah dilakukan berhasil menemukan bahwa keduanya dapat membuat baterai dalam keadaan kosong menjadi terisi sampai penuh hanya dalam waktu 6 menit saja.
Baterai yang tengah dikembangkan ini menggunakan teknologi nanopartikel untuk membantu titanium dioksida yang dikenal sebagai 'shell' dan alumunium sebagai 'yolk' meluas dan berkontraksi tanpa membuat dayanya berkurang seiring berjalannya waktu.
Tidak seperti baterai yang ada sekarang ini, kebanyakan dari baterai tersebut unsurnya akan segera meluas dan berkontraksi ketika keluar dari pabrik. Hal inilah yang menghabiskan senyawa lithium dari baterai sehingga mengurangi kapasitas baterai. 
Selain itu, baterai ini dikabarkan akan memiliki kapasitas tiga kali lipat lebih besar dari baterai litihum ion yang beredar saat ini.
"Partikel yolk-shell ini menunjukkan hasil yang sangat luar biasa dalam skala uji coba lab", ungkap David Lou, Profesor bidang Chemical and Biomolecular Engineering di Nanyang Technological University Singapore, seperti dikutip dari laman Mirror, Minggu (23/8/2015).
Lou juga menambahkan bahwa hal yang paling menarik dari penelitan ini adalah prosesnya yang ternyata sederhana dan terukur.
(dam/dew)
Baterai Ponsel Ini Punya Kinerja 3x Lebih Dahsyat
Beberapa ilmuwan MIT berhasil menciptakan baterai ponsel yang mampu terisi penuh dalam waktu 6 menit.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/947547/original/098028100_1438835062-Mitos_Keliru_Smartphone_9.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam2 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
- PHE Bidik Peluang Indonesia Jadi Hub Penyimpanan Karbon Asia3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381185/original/054329400_1792762607-IMG-20261023-WA0048.jpg)
- Limbah Dibidik Jadi Sumber Energi Rendah Karbon3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360246/original/072582700_1790602854-1000446717.jpg)
- Startup Ini Klaim Sembuhkan Infeksi Pakai Virus Buatan AI, Ilmuwan Minta Bukti4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335798/original/047657000_1788064938-AI.jpg)
- Cerita Puluhan Istri Petani di Sorong Ubah Jantung Pisang Jadi Abon4 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9379459/original/051652600_1792631921-WhatsApp_Image_2026-10-21_at_12.39.32.jpeg)
- Menyemai Harapan dari Limbah Kelapa Lewat Karya Kreatif Komunitas Disabilitas1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
- Sustainable Fashion Lebih Dari Bahan Organik, Dilema yang Perlu Dipahami1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
- Mengikuti Perjalanan Sampah Organik dari Rumah sampai Jadi Kompos1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
- Konservasi Penyu Lekang di Pantai Biaung Perkuat Perlindungan Ekosistem Pesisir1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
- Taman Kuliner Ramah Lingkungan di Embung Doho Wonogiri, Dukung UMKM Lokal1 minggu yang lalu
- Menag Nasaruddin Ajak Tobat Ekologis, Ingatkan Bahaya Eksploitasi Alam2 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382785/original/072637300_1793009878-cek_fakta_-_bantuan_pupuk.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361587/original/019138200_1790739278-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-30T103330.320.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8805424/original/032384700_1782904857-Cek_fakta_-_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339870/original/093361500_1788432663-WhatsApp_Image_2026-09-03_at_5.47.40_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2837699/original/007929000_1561528966-iStock-1007787430.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8521248/original/046515100_1782449049-20260626_112801.jpg)