Pakar: Rudiantara Sosok Menkominfo yang Tepat

Latar belakang Rudiantara di dunia industri telekomunikasi memang tak perlu diragukan lagi.

Diterbitkan 28 Oktober 2014, 10:26 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Bandung - Komisaris Indosat, Rudiantara telah resmi dilantik menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) di Kabinet Kerja Jokowi-JK pada hari ini, Senin (27/10/2014).

Latar belakang Rudiantara di dunia industri telekomunikasi memang tak perlu diragukan lagi. Selain berkarya di Indosat, Rudiantara juga pernah menyumbangkan tenaga dan pikirannya di dua operator seluler Tanah Air lainnya, yakni Telkomsel dan XL.

Guru besar Institut Teknologi Bandung (ITB), Profesor Suhono Harso Supangkat mengatakan bahwa Rudiantara adalah sosok yang mengerti benar dengan industri telekomunikasi dan teknologi. Pengalamannya diharapkan mampu memberi kontribusi nyata dan memberi solusi yang efektif.

"Pilihan yang baik ya. Dia (Rudiantara) kan sudah sangat berpengalaman di industri telekomunikasi, seharusnya paham apa-apa yang mesti dilakukan dan bagaimana menyelesaikan masalah yang ada di industri," ujar Profesor Suhono di acara 2nd Anniversary BlackBerry Innovation Center (BBIC) yang berlangsung di Bandung.

Meski begitu, Profesor Suhono sedikit heran dengan struktur Kabinet Kerja Jokowi yang menempatkan Kemenkominfo di bawah Menkopolhukam, bukan di bawah Menko Perekonomian. Kondisi ini sendiri belum bisa diprediksi apakah akan berdampak pada performa Kementerian atau tidak.

"Sedikit aneh ya, kok di bawah Menkopolhukam, bukan Menko Perekonomian," ungkap Profesor Suhono.

Pekerjaan rumah Rudiantara sebagai pengganti Tifatul Sembiring memang tidaklah mudah. Tantangan utama yang harus dibereskan olehnya adalah masalah peningkatan infrastruktur, mempercepat koneksi internet, serta tata kelola spektrum frekuensi di Indonesia.

Patut ditunggu gebrakan apa yang akan dihadirkan Rudiantara dalam memajukan industri telekomunikasi dan teknologi di Indonesia. Terkait dengan posisinya sebagai Menkominfo, Rudiantara menyisihkan sejumlah calon kuat lainnya. Dua di antaranya adalah Dirut RRI Niken Widiastuti dan Maruarar Sirait dari PDIP.