KapanLagi Book Club Kupas Buku "Lagi Probation" Bersama Samuel Ray, Kini Diadaptasi Jadi Film

KapanLagi Book Club sukses mengupas buku "Lagi Probation" karya Samuel Ray yang kini diadaptasi jadi film. Diskusi ini mengajak peserta merefleksikan tujuan.

Diterbitkan 02 November 2026, 15:41 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - KapanLagi Book Club kembali menggelar diskusi buku pada Jum'at (30/10/2026). Diskusi yang digelar di gedung Kapan Lagi Youniverse (KLY) ini menghadirkan Samuel Ray, selaku penulis buku Lagi Probation.

Kegiatan ini diisi dengan sejumlah sesi. Melalui sejumlah sesi interaktif, para peserta diajak untuk merefleksikan perjalanan hidup, memahami kembali tujuan bekerja, hingga mengenang pengalaman yang telah dilalui. Dalam rangkaian acara ini, peserta juga diberikan kesempatan untuk menyaksikan trailer film "Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?", dan dilanjutkan dengan berbagai sesi seru lainnya.

Buku Lagi Probation ini hadir dengan menyajikan berbagai tips seputar dunia kerja, mulai dari mencari pekerjaan, menyusun CV, hingga melakukan negosiasi gaji. Setelah hadir dalam bentuk buku, karya tersebut kini juga hadir dalam format Film dengan judul "Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?".

 

Keresahan soal HRD Galak Jadi Awal Lahirnya Buku Lagi Probation

 

Dalam diskusi buku Lagi Probation, Samuel Ray mengungkapkan bahwa buku pertamanya itu telah hadir sejak 2020. Sebelumnya, pada 2019 Samuel menyebut bahwa dirinya aktif berbagi tanya jawab di Instagram Story miliknya.

Ia menyebut format tanya jawab tersebut juga digunakan oleh banyak kreator konten, tapi format milik Samuel fokus terhadap isu pekerjaan dan seputar HRD. Samuel menjelaskan, buku pertamanya itu berangkat dari beragam jawaban dari followersnya.

"Kebetulan aku nulis tentang HRD, karena aku memang praktisinya dari kerjaan tuh HRD. Dari tulisan-tulisan itu, seru tuh banyak yang curhat, banyak yang cerita tentang bosnya. Terus merasa HRD di kantornya galak, jadi topik-topiknya banyak," jelas Samuel.

Dari tulisan-tulisan tersebut, Samuel diajak oleh Gramedia untuk menulis sebuah buku.

"Dan waktu itu akhirnya dikontak sama Gramedia. Gramedia ngajak untuk nulis, aku juga jujur gak tau caranya ya, karena itu awal-awal diajak nulis untuk bikin buku," jelasnya.

Ia menyebut buku Lagi Probation lahir dari keresahannya terhadap anggapan bahwa HRD merupakan sosok yang perlu ditakuti oleh para pencari kerja. Sebagai praktisi HR, ia mengaku sering menemukan cerita di media sosial tentang kandidat yang merasa takut ketika harus berhadapan dengan HRD.

"Saya tuh resah banget kalau ada orang bilang saya takut sama HRD," ujar Samuel saat sesi diskusi KapanLagi Book Club.

 

 

 

 

 

Bawa Pesan Optimisme, Film Lagi Probation Siap Tayang November 2026

Setelah hadir dalam format buku, kini Lagi Probation juga hadir dalam Film yang berjudul "Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?". Film ini dijadwalkan tayang pada tanggal 12 November 2026 mendatang.

Samuel mengungkapkan rasa syukur dan bahagia, buku yang ia tulis menjadi sebuah karya film. Ia mengungkapkan bahwa produser Film tersebut mengadaptasi buku Lagi probation menjadi karya film karna nilai yang terdapat dalam buku tersebut.

"Produsernya kemarin bilang, yang kita lihat adalah valuenya, value dari bukunya. Ini punya pesan yang hopefull, bahwa kalau kita gagal, coba lagi, coba lagi, karena hidup itu probation yang berulang terus," ujar Samuel Ray.

Film  "Lagi Probation: Kerja Ngejar Apa Sih?" menarik karna mengangkat kisah yang membawa pesan harapan dalam hidup. Setelah melalui diskusi panjang dengan Porduser dan Sutradara, Samuel mengatakan bahwa film ini menyajikan pesan dan harapan dalam hidup.

"Kita mau film yang ada pesan, membawa pesan harapan, optimis, bahwa kita nggak boleh cengeng. Kehidupan memang susah, tapi di tempat kehidupan susah, pasti bangkit lagi, bangkit lagi. Saya rasa itu pesan yang bagus banget, dan mereka kuat banget dengan itu," kata Samuel.

Samuel Ray menjelaskan bahwa buku Lagi Probation ditulis berdasarkan pemikirannya saat berusia sekitar 25 tahun. Kala itu, ia menggambarkan dirinya sebagai sosok idealis yang memiliki ambisi besar untuk sukses dalam dunia kerja. Sosok ini menjadi karakter utama dalam Film yang akan tayang pada 12 Novemebr 2026 nanti.

"Jadi ini seseorang yang di usia 25 tahun, penuh dengan semangat, dan kayaknya apa pun dia akan hajar, untuk mencapai goal," ungkap Samuel.

Sementara itu, dalam versi film, karakter Samuel dikembangkan dengan latar trauma dan konflik yang lebih beragam. Kehadiran karakter lain, seperti Lutfi yang digambarkan sebagai sosok pencari perhatian atasan, turut memperlihatkan dinamika kehidupan di lingkungan kerja. Menurut Samuel, hal tersebut membuat film memiliki cerita yang berbeda dari bukunya.

 

 

 

 

KapanLagi BookClub Hadirkan Sesi Refleksi dan Berbagi Cerita Bersama Peserta

Tidak hanya membahas buku dan adaptasi film, rangkaian acara Book Club ini kemudian dilanjutkan dengan sesi refleksi dengan tajuk "Gue Kerja Ngejar Apa?". Sesi ini mengajak peserta untuk melihat kembali tujuan mereka dalam bekerja. Dalam sesi ini, peserta diminta mengisi kertas yang telah disediakan oleh tim KapanLagi BookClub sebagai ruang untuk menuangkan pemikiran dan refleksi masing-masing.

Selanjutnya, peserta memasuki sesi "One Page One Memory". Pada sesi ini, mereka diberi kesempatan untuk menuliskan kenangan yang memiliki makna dalam perjalanan hidup. Setelah selesai menulis, beberapa peserta kemudian membacakan hasil refleksi mereka di hadapan peserta lainnya.

Salah satu peserta, Nur Rahma, turut membagikan cerita melalui tulisan yang telah dibuatnya. Samuel Ray juga berinteraksi langsung dengan para peserta yang hadir pada malam itu. Suasana diskusi semakin terasa personal ketika peserta saling mendengarkan cerita dan pengalaman yang dituangkan dalam tulisan masing-masing.

Menjelang akhir acara, foto bersama menjadi momen manis sekaligus hangat. Peserta dalam mengabadikan foto bersama Samuel Ray. Kemudian peserta mendapatkan kesempatan untuk meminta tanda tangan Samuel Ray pada buku Lagi Probation yang mereka bawa. Momen tersebut sekaligus menjadi penutup rangkaian KapanLagi BookClub kali ini.