Ussy Pieters Gelar Festival Parade Band se-Jabodetabek, Hidupkan Kembali Semangat Musisi

Ussy Pieters bersama PAPPRI sukses menggelar Festival Parade Band se-Jabodetabek.

Diterbitkan 26 Oktober 2026, 11:58 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • PAPPRI dan Ussy Pieters gelar Festival Parade Band se-Jabodetabek di DeHeng House.
  • Festival ini bertujuan menghidupkan kembali musisi senior dan mendorong musisi muda berkarya.
  • Ussy Pieters menolak AI dalam musik karena merusak kreativitas dan mematikan musisi.

Liputan6.com, Jakarta - Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) bersama Ussy Pieters menggelar Festival Parade Band se-Jabodetabek pada Minggu, (25/10/26) yang berlokasi di DeHeng House, Kemang, Jakarta Selatan.

Ussy Pieters mengatakan bahwa pagelaran Festival Parade Band se-Jabodetabek ini merupakan gebrakan pertamanya dalam menjabat sebagai Ketua DPD PAPPRI.

“Banyak sekali yang mau ikut dalam festival ini. Tapi, kita seleksi lagi menjadi 24 peserta. Peserta yang ikut pun juga beragam genrenya. Ada dangdut, keroncong, klasik, melayu, disko, RnB, dan masih banyak lagi,” tuturnya kepada tim Liputan6.com.

“Jadi ini gebrakan pertama saya sebagai Ketua DPD PAPPRI saya membuat Festival Parade Band se-Jabodetabek. Banyak banget yang mau ikut.” Tuturnya wawancaranya kepada tim Liputan6.com di DeHeng House, Jakarta Selatan.

Pagelaran Festival Parade Band se-Jabodetabek ini bertujuan untuk menghidupkan dan mengajak kembali para musisi senior yang sempat terhenti berkarya karena terjadinya pandemi COVID-19.

Menurut Ussy, dengan adanya festival ini juga diharapkan dapat menjadi pintu pembuka bagi musisi generasi selanjutnya agar dapat terus berkarya melalui genre yang beragam.

Ketika ditanya perihal rencana selanjutnya, Ussy Pieters menuturkan, “rencananya kita nanti akan menggarap festival musik tribute untuk nostalgia tembang lagu 70-an.”

Namun, tidak hanya berfokus pada karya musisi senior dan juga lagu-lagu lama, Ussy Pieters dalam wawancaranya juga menuturkan bahwa nantinya PAPPRI akan berencana untuk membuat program supaya dapat menjadi wadah para musisi muda untuk terus berkarya.

Junjung Kreativitas Dikala Gempuran Musik AI

Sebagai seorang musisi senior sekaligus Master Harpa pertama Indonesia, tentunya Ussy Pieters tidak setuju dengan penggunaan AI dalam dunia bermusik.

Baginya, kreativitas yang dihasilkan para musisi adalah sebuah anugerah yang tidak ternilai harganya.

Ia juga menganggap bahwa AI dapat merusak kreativitas dan mematikan musisi dalam berkarya.

Band nya diisi oleh generasi senior, pembuatan acara festival parade band se-jabodetabek ini bertujuan untuk menghidupkan kembali dan mengajak para Musisi yang tidak sempat berkarya Ketika masa pandemi COVID-19 berlangsung supaya terus bisa berkarya.

Melalui festival ini juga, Ussy Pieters berpesan kepada para musisi untuk terus semangat dalam berkarya di tengah gempuran penggunaan AI dalam industri musik.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Rayakan Nominasi AMI Awards 2026, Etenia Croft Gelar Dance Competition

Qorry Layla ApriantiTim Redaksi
Copy Link
Batalkan