Boris Bokir Bintangi Film Yang Disebut Nakal, Ajak Orang Tua Memahami Perilaku Anak

Boris Bokir menceritakan perannya dalam film Yang Disebut Nakal.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 12:21 WIB
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Aktor sekaligus komika Boris Bokir membintangi film terbaru berjudul Yang Disebut Nakal, diproduseri oleh Diana Limbong. Dalam film tersebut, Boris memerankan Goklas Panjaitan, seorang pelatih yang membina sekelompok remaja di tempat pembinaan khusus.

Melalui karakter tersebut, Boris menyoroti pentingnya memahami perilaku anak sebelum memberikan penilaian negatif. Ia mengingatkan orang tua agar tidak terburu-buru melabeli anak sebagai nakal tanpa terlebih dahulu mencari tahu alasan di balik tindakan mereka.

"Menurut saya ya nakal itu persepsi, memang anaknya kayaknya belum dipahami seutuhnya. Kenapa tidak dipahami seutuhnya? Karena belum didengar seutuhnya," kata Boris Bokir saat berbincang dengan awak media di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (21/10/2026).

Boris menilai, kegemaran anak yang berbeda dari harapan orang tua belum tentu menunjukkan perilaku buruk. Menurutnya, orang tua perlu melihat kemungkinan adanya minat atau bakat yang bisa dikembangkan melalui arahan yang tepat.

"Contoh, nih anak senang main mandi-mandi di sungai, enggak pulang sore-sore tapi di sungai berenang-renang. Padahal mungkin dia memang senangnya di air atau punya bakat berenang, coba diarahkan," ucapnya.

 

Anak Perlu Diarahkan

Komika bernama lengkap Boris Thompson Manullang ini juga menyinggung pengalaman anak muda yang gemar bermusik, tetapi justru mendapat cap negatif dari lingkungan sekitar. Ia mencontohkan remaja yang kerap berlatih musik hingga malam dan dianggap sebagai kelompok anak nakal, padahal kegiatan tersebut bisa menjadi awal perjalanan mereka di industri musik.

"Misalkan kayak dulu, anak sering nge-band sampai pulang sekolah malam-malam, sewa studio sama teman-temannya dibilang rombongan orang nakal. Sekarang kan pada jadi anak-anak band hebat. Makanya mereka itu perlu didengar saja, perlu diarahkan. Nakal tuh cuma masalah persepsi," jelasnya.

Jadi Refleksi Diri untuk Boris Bokir

Keterlibatan dalam film Yang Disebut Nakal juga membuat Boris merefleksikan pola asuh yang diterapkannya kepada sang buah hati. Sebagai ayah satu anak, ia menilai orang tua perlu memberi ruang bagi anak untuk menyampaikan keinginan dan aspirasinya.

"Mendidik anak supaya nggak nakal ya kita kasih tahu dengan cara mulai mendengar aspirasinya dia bagaimana, maunya apa. Karena yang saya rasain, kalau saya waktu kecil dulu sifatnya didikan orang tua zaman dulu lebih banyak searah," terangnya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Boris menilai pola komunikasi dua arah dapat membantu orang tua dan anak menemukan jalan tengah ketika menghadapi perbedaan pendapat. Ia menyarankan agar orang tua mendengarkan anak terlebih dahulu sebelum menentukan aturan atau kesepakatan bersama. "Makanya kalau yang sekarang, mungkin harus lebih banyak mendengarkan dulu. Baru dicari formulanya biar ada deal-nya, biar ada perjanjiannya," tambahnya

Halaman
Show All
m.altaf.jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Copy Link
Batalkan