Blok M Kian Populer, Pramono Buka Peluang Rute Transjakarta ke Bandung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti popularitas Blok M dan kemudahan moda transportasi.

Diterbitkan 23 Oktober 2026, 13:18 WIB
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Gubernur Pramono Anung menyoroti Jakarta sebagai pusat kreativitas, contohnya Blok M.
  • Kawasan Blok M sangat populer, bahkan disebut 'Negara Blok M' karena daya tariknya.
  • Akses transportasi ke Blok M mudah, didukung MRT dan Transjakarta, bahkan ke Bandung.

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menekankan visi Jakarta sebagai rumah bagi kreativitas. Salah satu contohnya adalah semakin populernya kawasan Blok M yang kini menjadi magnet bagi masyarakat.

Pramono mengatakan, kawasan Blok M kian populer dan menarik minat masyarakat untuk berkunjung. Bahkan, belakangan muncul istilah "Negara Blok M" untuk menyebut kawasan yang berada di jantung Jakarta Selatan tersebut.

“Kawasan ini begitu populer sampai-sampai orang menyebutnya 'Negara Blok M', maksudnya Republik Blok M,” kata Pramono dalam sambutannya di Grand Ballroom Kempinski, Jumat (23/10/2026).

Pramono menyebut akses menuju kawasan Blok M kini semakin mudah karena tersedianya beragam moda transportasi dari berbagai arah. Dia juga membuka kemungkinan perluasan layanan Transjakarta hingga Bandung.

“Mereka punya guyonan, sekarang transportasi dari mana saja bisa langsung menuju ke Blok M. Dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, Blok M ke Karawang, Blok M ke Alam Sutera, dan suatu hari nanti Blok M ke Bandung, jangan khawatir, melalui Transjabodetabek,” ujar Pramono.

 

Blok M Ramah Transportasi

Kemudahan akses transportasi di kawasan Blok M ditunjang oleh konektivitas dengan jaringan MRT dan Transjakarta. Hal ini menunjukkan bahwa transportasi publik dan aktivitas kreatif dapat saling mendukung.

Pramono menilai Jakarta memiliki peran penting dalam menyediakan ruang bagi masyarakat untuk beraktivitas, berkreasi, dan membangun kolaborasi.

“Kita harus memberikan ruang bagi masyarakat untuk berkreasi, bertemu, dan berkolaborasi,” tandas Pramono.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6