Film Hasut Angkat Dua Wajah Manusia, Skenario 15 Tahun Tanpa Hantu

Debut Ilya Sigma hadirkan horor tanpa hantu. Film Hasut menekan lewat desain suara dan ajakan refleksi diri, berangkat dari naskah yang ditulis 15 tahun.

Diterbitkan 04 Oktober 2026, 17:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Seiring waktu, draf cerita tersebut mengalami pergeseran fokus. Alih-alih bertahan pada pola lama, mereka merumuskan pendekatan yang menekankan pendalaman karakter dan keterhubungan dengan situasi masa kini.

"Terus kita ini butuh sesuatu yang baru nih, sesuatu yang butuh karakter, kita butuh relevansi," tambahnya.

Empat Sifat Dasar dan Dua Wajah Manusia

Di tingkat karakter, Priesnanda memulai dari premis bahwa manusia memiliki dua wajah, yakni wajah asli dan wajah yang ingin diperlihatkan kepada orang lain. Lapisan inilah yang mendorong konflik dan saling pengaruh antartokoh.

Empat karakter utama merepresentasikan empat sifat dasar manusia: anger (amarah), insecurity (rasa tidak aman), selfishness (keegoisan), dan fear (ketakutan). Kombinasi sifat tersebut disusun menjadi formula naratif untuk saling menghasut dan pada akhirnya terhasut.

Empat tokoh sentral dalam Film Hasut diperankan oleh Karina Salim, Rachel Amanda, Marthino Lio, dan Kevin Ardilova. Keempatnya menjadi medium untuk menampilkan tarik-menarik motivasi, kata-kata, serta tindakan yang beresonansi di antara karakter lain.

Melalui konfigurasi sifat dasar dan konsep dua wajah manusia, film ini menekankan bahwa sumber kengerian dapat lahir dari ruang interpersonal. Tanpa menghadirkan hantu, Hasut bertumpu pada pilihan manusia sebagai pemantik teror.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Umar Syarifuddien SjadjaahTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan