Tsania Marwa Bangga Ghina Raihanah Adiknya Kini Rilis Buku, Dulu Dibantu Buat Tugas Puisi

Tsania Marwa menyebut Ghina Raihanah adalah sosok yang seringkali mengajarkan banyak hal kepadanya.

Diterbitkan 21 September 2026, 16:51 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Buku itu tidak hanya mengandalkan tulisan, tetapi juga memadukan elemen visual dan interaktif. Latar belakang Ghina sebagai lulusan Ilmu Hukum turut memengaruhi rancangan visual buku, dengan menyisipkan elemen yang berkaitan dengan dunia hukum untuk merepresentasikan perjalanan akademis dan profesionalnya.

"Kemudian di sini tuh di sebelah kirinya tuh ada kayak bentuk file, subject, jadi karena aku memang background-nya hukum, ada elemen hukumnya gitu. Jadi ini kita mencoba menggabungkan beberapa elemen tersebut," tutur Ghina.

Jadi Pengalaman Berbeda

Menulis Becoming Without Arrival menjadi pengalaman berbeda bagi Ghina karena sebelumnya ia lebih terbiasa menyusun tulisan akademis dan karya bertema hukum. Meski demikian, ia mengaku cukup sering menulis artikel untuk sejumlah kanal media.

"Sebenarnya kalau nulis buku yang seperti ini, yang tidak hukum, nonhukum, ini pertama. Tapi aku memang terbiasa nulis artikel di beberapa kanal media dan nulis buku yang bersifat hukum tuh sudah cukup sering gitu, terutama di pekerjaan. Tapi memang yang nulis yang nonhukum tuh baru pertama gitu," terang Ghina seraya tertawa.

Penerimaan Diri

Melalui Becoming Without Arrival, Ghina ingin mengajak pembaca melihat keberhasilan dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, seseorang tidak harus menunggu mencapai kesuksesan tertentu untuk mulai menerima dan menghargai dirinya sendiri.

"Untuk bisa menerima dirinya dan menghargai dirinya tanpa dia sampai di titik tertentu. Karena kita biasa untuk menerima dan menghargai diri kita kalau kita sudah sukses, kita sudah kaya, kita sudah apa, tapi kita tidak bisa menerima ketika kita berproses. Padahal itu sama. Sama-sama pentingnya menurutku," pungkas Ghina.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
M Altaf Jauhar, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan