Rachel Amanda Tegaskan Film Hasut Paling Pas Ditonton di Bioskop, Ada Rahasia dalam Audio

Pernyataan soal film Hasut ini ternyata bukan demi promosi belaka. Disebut bahwa akan ada pengalaman berbeda bila menunggunya tayang di OTT.

Diterbitkan 13 September 2026, 22:56 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Poster resmi dan poster film Hasut resmi diperkenalkan lewat konferensi pers yang menghadirkan jajaran pemain dan produser, jelang penayangan pada 8 Oktober 2026 mendatang.

Salah satu hal yang diungkap dalam acara yang dihelat di Senayan City, Kamis (10/9/2026) lalu adalah permintaan untuk menonton film ini di bioskop. Pernyataan ini rupanya bukan sekadar promosi belaka. Sound design disebut jadi alasan utama mengapa film ini sebaiknya ditonton langsung di bioskop. 

Awalnya, Rachel Amanda menegaskan elemen suara menjadi inti utama yang membedakan pengalaman menonton Hasut di bioskop dan di rumah. "Film ini tuh berkutat dengan suara, sound. Jadi sayang banget kalau nontonnya enggak di bioskop. Experience-nya tuh akan beda kalau nontonnya nanti ketika mungkin sudah masuk di platform," ujar Rachel.

Sensasi menonton di layar lebar dengan sistem suara sinema, menurut Rachel, tidak bisa disamakan dengan menonton di rumah lewat platform digital. Kualitas audio yang maksimal jadi kunci utama menikmati keseluruhan cerita film ini secara utuh.

Produser Siera Tamihardja bahkan mengungkap bocoran lain mengenai pentingnya elemen suara dalam film yang tayang di bioskop. 

 

Frekuensi Suara Khusus

Siera mengungkap bahwa audio dalam film ini didesain secara khusus untuk penayangan di bioskop. "Ada frekuensi yang cuma bisa didengar di bioskop. Beneran ini spoiler aja ya. Jadi kalau misalnya nonton di tempat lain takutnya enggak kedengeran," begitu bocoran dari Siera.

Frekuensi rahasia tersebut disebut Siera bakal memengaruhi persepsi penonton soal siapa tokoh yang layak dipercaya sepanjang cerita.

"Di film ini enggak ada yang benar dan enggak ada yang salah. Jadi kalian harus nonton di bioskop untuk berantem sama teman yang nonton, untuk punya jagonya masing-masing. Apakah Karina, Manda, Lio, atau Kevin, siapa yang kamu percaya," tutur Siera.

Pujian untuk Keempat Pemain Film Hasut

Sementara itu produser Putrama Tuta mengakui bahwa Hasut merupakan film dalam genre berbeda dengan yang selama ini mereka rilis, seperti Catatan Harian Si Boy.

"Saya dihasut berat sama cewek-cewek ini, parah, sampai saya sendiri amazed pas lihat hasilnya ternyata kita punya empat aktor yang mungkin saya bisa bilang they are the best of this generation," ungkap Putrama.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Ia juga menambahkan, bahwa pengalaman menonton di bioskop mampu menghadirkan refleksi personal yang tidak akan didapat lewat platform lain. Setiap penonton berpotensi mempertanyakan posisi diri mereka sendiri. "Kalau kita nonton ini tidak di bioskop, kita hanya akan melihat sebuah cerita. Tapi pada saat kita nonton ini di bioskop, saya yakin setiap orang bisa punya pertanyaan sama dirinya sendiri. Apakah kamu yang terhasut atau emang kamu yang menghasut," jelas Putrama.

Halaman
Show All
Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan