Repotnya Nizam Razak Rangkap 3 Jabatan di Papa Zola The Movie, Paling Susah Jadi Penulis Skenario

Papa Zola The Movie tayang di bioskop Indonesia mulai 23 Januari 2026. Nizam Razak rangkap jabatan menjadi sutradara, penulis naskah, dan pengisi suara.

Diterbitkan 11 Januari 2026, 16:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Ini penting agar ragam emosi tokoh sampai ke hati penonton. Hasil tak mengkhianati usaha. Papa Zola The Movie sukses besar di Malaysia. Bagi Nizam Razak, ada definisi lain dari kesuksesan.

“Yang paling bikin saya tersentuh ialah ramai orang menonton bersama keluarga. Sepulang dari bioskop anaknya menulis nota: Terima kasih bapak,” ujarnya.

Paling Susah Menulis Skenario

Saat anak memeluk ayahnya setelah menonton Papa Zola The Movie. Saat istri memandang suami dengan perspektif lebih hangat. Saat keluarga makin saling menyayangi gara-gara tersentuh cerita Papa Zola, itulah kesuksesan hakiki.

“Saya menulis, saya tahu ada scene yang sedih, tapi tak sangka begitu kuat impaknya, koneksinya dengan audiens. So saya harapkan hal yang sama terjadi juga pada penonton Indonesia,” Nizam Razak menyambung.

Menyutradarai. Menulis naskah. Mengisi suara. Mana yang lebih susah? Nizam Razak terang-terangan mengaku menulis naskah adalah yang tersulit. “Wah, pertanyaan ini bagus. Paling susah bagi saya menulis,” beri tahu Nizam Razak.

Yang paling mudah, voice actor. “Bukan paling mudah sebenarnya tapi karena saya telah melakukannya bertahun-tahun dari BoBoiBoy, 2011,” pungkasnya. Papa Zola The Movie menyapa Indonesia berkat kerja sama Monsta Studios, Astro Shaw, dan MD Pictures.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan