Pesona Hijab Artis Tahun 1997-an, Tak Lengkap Tanpa Kopiah

Ulasan lengkap tujuh potret hijab artis Indonesia tahun 1997 yang menampilkan gaya, warna, dan identitas era 90-an.

Diterbitkan 15 Desember 2025, 09:48 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Tren hijab pada akhir 1990-an menandai fase penting dalam perjalanan mode muslimah Indonesia, terutama ketika sejumlah artis perempuan tampil dalam potret-potret ikonik yang hingga kini masih sering dibicarakan. Tahun 1997 menjadi periode yang menarik karena gaya hijab kala itu memadukan kesederhanaan, simbol budaya, serta sentuhan busana panggung yang kuat, sehingga melahirkan estetika yang khas dan mudah dikenali.

Melalui tujuh potret artis lawas berikut, terlihat bagaimana hijab tidak hanya berfungsi sebagai penutup kepala, tetapi juga sebagai medium ekspresi identitas, karakter, dan selera artistik zamannya. Setiap model hijab memiliki detail berbeda, mulai dari permainan warna, aksesori kepala, hingga teknik pelipatan kain yang merefleksikan tren dan nilai visual era 1997.

1. Desy Ratnasari: Hijab Merah Putih dengan Aksen Timur Tengah

Pada potret Desy Ratnasari, hijab yang dikenakan menampilkan kombinasi warna merah dan putih yang kontras namun tetap harmonis, menciptakan kesan anggun sekaligus tegas. Model hijab ini dilengkapi dengan headpiece berbentuk lingkaran di bagian atas kepala, yang mengingatkan pada gaya Timur Tengah klasik dan sering digunakan dalam pemotretan bertema etnik pada era tersebut.

Detail kain yang menjuntai rapi di sisi wajah serta lapisan dalaman berwarna putih menunjukkan teknik layering hijab yang populer pada 1990-an. Gaya ini menonjolkan wajah secara simetris dan memberikan kesan formal, sejalan dengan citra Desy Ratnasari sebagai artis yang dikenal elegan dan berwibawa.

2. Paramitha Rusady: Hijab Putih Biru dengan Penutup Kepala Bergaya Kopiah

Paramitha Rusady tampil dengan hijab bernuansa putih yang dipadukan dengan kopiah berwarna biru tua, menghasilkan tampilan bersih, rapi, dan berkarakter. Kehadiran kopiah sebagai lapisan luar hijab memberikan kesan formal sekaligus religius yang kuat, selaras dengan konsep visual busana muslimah era 1997.

Pelipatan hijab yang rapi mengikuti garis wajah serta posisi kopiah yang presisi menunjukkan perhatian pada detail dan simetri. Gaya ini mencerminkan tren saat itu, di mana hijab sering dipadukan dengan penutup kepala tambahan sebagai elemen estetika sekaligus simbol identitas budaya.

3. Diana Pungky: Hijab Oranye dengan Kopiah Motif Etnik Geometris

Dalam potret Diana Pungky, hijab berwarna oranye hangat dipadukan dengan penutup kepala berbentuk kopiah bermotif geometris etnik yang mencolok. Kopiah ini menjadi focal point utama yang memperkaya tampilan dan menunjukkan pengaruh kuat budaya lokal dalam gaya hijab artis pada masa tersebut.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kain hijab yang dililit lembut tanpa banyak lipatan tajam diposisikan menyatu dengan kopiah, menciptakan kesan feminin namun tetap struktural. Perpaduan warna cerah dan aksesori kepala bercorak tradisional ini merefleksikan semangat eksplorasi gaya yang kuat di kalangan artis perempuan tahun 1997.

Halaman
Show All
Andre Kurniawan Kristi, Nisa Mutia SariTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan