6 Fakta Serial Dokumenter Taylor Swift: The End of an Era, Ancaman Teroris sampai Hubungan dengan Travis Kelce

Serial dokumenter "Taylor Swift: The End of an Era," yang terdiri dari enam bagian, akan merilis dua episode setiap minggu hingga Jumat, 26 Desember 2025.

Diterbitkan 13 Desember 2025, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

3. Sekilas Hubungan dengan Travis Kelce

Para penggemar melihat sekilas hubungan Swift dengan tunangannya saat ini, Travis Kelce. Bintang pop itu menyertakan dua panggilan telepon dengan bintang NFL Kansas City Chiefs tersebut di episode pertama serial dokumenter itu.

Dia berseru "Sayang!" ketika bintang NFL itu menjawab panggilannya dari London. Swift menelepon Kelce lagi beberapa saat setelah pertunjukan pertamanya kembali pasca-ancaman teroris, dengan gembira menceritakan bagaimana semuanya berjalan dengan baik.

4. Nasihat Emma Stone

Saat mempersiapkan tur duninya, Swift meminta nasihat dari teman dekatnya, Emma Stone. Bintang "La La Land" itu memberi tahu penyanyi pop tersebut bahwa hanya ada satu orang yang seharusnya menjadi koreografer "The Eras Tour:" Mandy Moore.

Moore mengakui bahwa dia belum pernah jadi koreografer untuk tur dunia berskala stadion seperti ini. Karyanya termasuk menjadi koreografer untuk "Dancing With the Stars," "So You Think You Can Dance," dan beberapa acara penghargaan. Dia juga menjadi koreografer untuk "La La Land" dan "Silver Linings Playbook."

5. Proses Pembuatan "The Tortured Poet’s Department"

Di tengah "The Eras Tour," Swift merilis album berisi 35 lagu berjudul "The Tortured Poet’s Department." Sebagai kejutan bagi para penggemar, ia merangkum seluruh era, disertai karya baru, dalam diskografinya.

Swift menjelaskan bagaimana ia dan para penari berlatih bagian baru dari pertunjukan tersebut secara rahasia, diam-diam menyewa ruang latihan dan berlatih tanpa memutar musik dengan keras. Ia bekerja sama erat dengan koreografernya untuk membuat bagian tur ini semenarik bagian lainnya selama jeda antara Asia dan Eropa.

6. Hari Terima Bonus

Swift mengirimkan surat tulisan tangan yang disegel lilin pada setiap anggota krunya, di atas panggung maupun di luar panggung, memberikan mereka bonus dari tur tersebut. "The Eras Tour" menghasilkan lebih dari 2 miliar dolar AS hanya dari penjualan tiket saja.

Pemenang Grammy Award ini memberikan bonus sebesar 197 juta dolar AS (sekitar Rp 3,3 triliun) pada seluruh kru "Eras Tour"-nya. Cuplikan dari serial dokumenter tersebut menunjukkan Kam Saunders, salah satu penari yang kini viral, membacakan suratnya dengan lantang.

Meski sutradara menyensor jumlah bonus yang diterima setiap penari, mereka semua bereaksi dengan terkejut dan berterima kasih pada bos dan kepala tur mereka. "Rasa terima kasih saya sepenuhnya bukan berasal dari bank, tapi ini—" kata Saunders sebelum berhenti sejenak untuk menarik napas setelah melihat jumlah bonusnya. "Untuk mengungkapkan rasa terima kasih saya."

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Asnida RianiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan