Wonder Voice of Indonesia 2025 Berakhir, Wamen Irene Umar: Buka Jalan Talenta Suara ke Industri

Kementerian Ekonomi Kreatif dan Voice Institute Indonesia menutup Wonder Voice of Indonesia 2025 di Jakarta, Minggu (26/10/2025). Irene Umar bersuara.

Diterbitkan 28 Oktober 2025, 15:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • WVI 2025 ditutup, menandai lahirnya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).
  • Aspesnesia menjadi wadah kolaborasi dan penguatan profesi industri suara nasional.
  • WVI 2025 diikuti 7.200 peserta, jumlah tertinggi sejak pertama kali digelar.

Liputan6.com, Jakarta Kementerian Ekonomi Kreatif RI bersama Voice Institute Indonesia menutup rangkaian kegiatan Wonder Voice of Indonesia atau WVI 2025 di Jakarta, pada Minggu (26/10/2025). Penutupan ini menjadi momentum lahirnya Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).

Aspesnesia adalah wadah kolaborasi dan penguatan profesi di sektor industri suara nasional. Kegiatan ini ditutup Wakil Menteri Ekonomi Kreatif RI/ Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umra. Dalam kesempatan itu, Irene Umar mengapresiasi para peserta WVI 2025.

Ia mengapresiasi seluruh peserta dan mitra penyelenggara atas konsistensi dan semangat kolaborasi dalam membangun ekosistem industri pengisi suara di Indonesia. Seleksi Wonder Voice of Indonesia 2025 diikuti sekitar 7.200 peserta dari seluruh Indonesia.

Ini jumlah tertinggi sejak Wonder Voice of Indonesia kali pertama digelar pada 2022. Peserta diseleksi lewat Voice Over Challenge, Voice From Home (100 dan 30 besar), kemudian Live Audition hingga akhirnya terpilih 20 finalis terbaik untuk diundang ke Jakarta.

Pembekalan Teknis dan Kreatif

Di Jakarta, 20 finalis ini mengikuti Wonder Voiceover Camp selama tiga hari. Para finalis datang dari Makassar, Tangerang Selatan, Jakarta, Madiun, Medan, Bekasi, Wonogiri, Depok, Bandung, Tangerang, Surabaya, dan Bogor. 

Mereka mendapat pembekalan teknis dan kreatif dari para profesional industri, mencakup voice acting, audio production, public speaking, hingga personal branding. Selain itu, mereka berkesempatan praktik langsung audio recording.

Buka Jalan Bagi Talenta Suara

Para peserta pun menempatkan sampel suara di beberapa studio audio post. Ini langkah krusial dalam mengantar para VO talents terserap di industri. Lewat pernyataan tertulis yang diterima Showbiz Liputan6.com, Senin (27/10/2025), Irene Umar berbagi perspektif.

“Bagi kami di Kementerian Ekonomi Kreatif atau Badan Ekonomi Kreatif, kegiatan seperti ini bukan hanya ajang pencarian bakat. Tujuan utamanya membuka jalan bagi talenta suara agar bisa masuk ke industri secara nyata,” katanya.

 

Wadah Resmi Pelaku Industri

Catatan lain, lahirnya komunitas Voice People di tujuh kota besar di Indonesia selama tiga tahun terakhir menginisiasi bentuk konkret penguatan ekosistem oleh para pelaku di industri voice-over melalui pembentukan Asosiasi Pengisi Suara Indonesia (Aspesnesia).

Bimo Kusumo selaku Founder of Voice Institute Indonesia menyatakan, “Inisiasi lahirnya asosiasi ini diharapkan jadi wadah resmi bagi para pelaku industri untuk berjejaring, berbagi pengetahuan, dan membangun standar kerja lebih profesional di sektor suara.”

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Fans BLACKPINK Kecewa Jelang Anniversary ke-10, Desak Hadirkan Konten dan Aktivitas Grup

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan