Kisah Sukses Pesohor Yisti Yisnika, Berawal dari Bikin Jastip Kini Mewarnai Industri Fashion Indonesia

Nama Yisti Yisnika tak asing lagi di jagat maya. Pesohor dengan 57 ribuan pengikut di Instagram ini punya kisah sukses di industri seni khususnya fashion.

Diperbarui 25 Agustus 2025, 19:24 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Yisti Yisnika sukses dari jastip pakaian tanpa modal via medsos.
  • Kembangkan lini busana Oclo, fokus pemasaran digital dan influencer.
  • Oclo jangkau ratusan ribu konsumen, rilis 10-25 model baru mingguan.

Liputan6.com, Jakarta Nama Yisti Yisnika tak asing lagi di jagat maya. Ia jadi pesohor setelah akun Instagram pribadinya punya lebih dari 57 ribu pengikut. Di balik popularitas di medsos, Yisti Yisnika punya kisah sukses yang menginspirasi publik.

Bermula pada 2016, Yisti Yisnika membuka jasa titip atau jastip pakaian dengan modal seadanya, bahkan nyaris tanpa modal. Hanya kuota internet dan foto produk, ia menawarkan berbagai fashion item via medsos.

Sistemnya sederhana: pelanggan transfer uang dulu, baru barang dibelikan dan dikirim. Saat bisnis jastipnya mulai mapan, Yisti Yisnika menolak terlena. Perlahan, ia mengumpulkan modal untuk melahirkan lini busana sendiri.

Keberanian Yisti Yisnika mengalokasikan dana awal pada pemasaran alih-alih stok produk membuktikan insting bisnisnya tajam. Dengan strategi hashtag dan menggandeng influencer, Yisti Yisnika perlahan mewarnai industri fashion Indonesia.

 

Memberi Ruang Interaksi Baru

Lewat wawancara tertulis dengan Showbiz Liputan6.com, Minggu (24/8/2025), Yisti Yisnika membidik segmentasi pasar yang jelas, perempuan berusia 16 hingga 40 tahun yang ingin tampil up-to-date. Dari sana, ia mengembangkan koleksi busana.

“Seiring berkembangnya digitalisasi, saya masuk ke lokapasar. Kanal ini bukan hanya untuk membantu efisiensi order, tapi memberi ruang interaksi baru,” kata Yisti Yisnika. Hasil tak mengkhianati usaha. Pertengahan 2025, titik terang tampak makin nyata.

Interaksi Lebih Nyata

Lini busana yang dibangun Yisti Yisnika, Oclo, berhasil menjangkau ratusan ribu konsumen aktif dengan komunitas digital yang terus berkembang di berbagai platform medsos. Bahkan, Yisti Yisnika punya tiga rumah produksi yang mendukung sistem distribusi.

Strategi adalah kunci. “Live streaming membuat interaksi lebih nyata. Konsumen bisa langsung melihat detail koleksi busana saya dan bertanya, sehingga mereka lebih yakin saat membuat keputusan,” Yisti Yisnika menyambung.

 

10 Sampai 25 Koleksi Busana

Yisti Yisnika menyadari dunia seni punya banyak cabang. Fashion salah satu di antaranya. Ia bersyukur punya kontribusi positif pada dunia mode sebagai salah satu pilar ekonomi kreatif. Di tengah industri yang bergerak cepat, Yisti Yisnika terus berupaya menjaga relevansi.

“Salah satunya dengan konsisten merilis 10 hingga 25 model baru setiap minggu. Koleksi ini mencakup blouse, sweater, outer, hingga skirt,” pungkasnya seraya tak henti mengucap syukur, lini busana Oclo disambut hangat masyarakat Tanah Air.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Angga Yunanda dan Shenina Cinnamon Maternity Shoot, Simpel tapi Penuh Makna

Wayan Diananto, Ratnaning AsihTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan