Review Film Sorry Baby Karya Eva Victor: Kekerasan Seksual, Empati Perempuan Plus Semangat Pulih

Sorry, Baby adalah film independen tentang wanita. Penyutradaraan dan naskahnya ditangani Eva Victor. Ia juga menjabat pemeran utama di film ini.

Diterbitkan 05 Juli 2025, 18:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Sorry, Baby adalah film independen tentang wanita. Skenario hingga penyutradaraannya ditangani sineas perempuan, Eva Victor. Tak hanya merangkap sebagai penulis naskah dan sutradara, Eva Victor juga menjabat pemeran utama dalam film ini.

Sejumlah kritikus meyakini, Sorry, Baby mampu menembus bursa Oscar tahun depan. Ia terasa unggul dari aspek penyutradaraan, penulisan, dan akting. Performa Eva Victor dengan beban psikologis sebagai korban kekerasan seksual mencuri perhatian bahkan sejak menit awal.

Di sisi lain, Naomi Ackie tampil santai namun sukses mempresentasikan bagaimana wanita semestinya mendukung sesamanya yang bernasib tragis. Di Festival Film Sundance 2025, Sorry, Baby meraih penghargaan Waldo Salt Screenwriting Award.

Ia juga unggul di Festival Film Internasional Seattle tahun ini. Kini, Sorry, Baby mendarat di Indonesia lewat pendistribusian KlikFilm. Berikut review film Sorry, Baby yang memperoleh tingkat kesegaran hingga 97 persen di situs Rotten Tomatoes.

 

Tragedi Saat Konsultasi Tesis

Agnes (Eva Victor) jadi korban kekerasan seksual pembimbing tesisnya, Decker (Louis Cancelmi), saat konsultasi di kediaman sang dosen. Decker berkali mencoba memasukkan jari-jarinya ke celana dalam Agnes.

Agnes pun pulang dalam kondisi syok berat. Rekan serumahnya, Lydie (Naomi Ackie) mendampingi Agnes untuk menjalani visum di rumah sakit hingga mengadukan nasib nahas ini ke pihak kampus. Upayanya menemui jalan buntu.

Pihak kampus berdalih, Decker telah mengundurkan diri sebagai dosen hari itu, jam 16.40. Agnes baru melapor keesokan harinya. Dengan kata lain, saat melapor, status Decker bukan lagi dosen di kampusnya. Berkali, ia ingin bunuh diri.

Bahkan, Agnes nekat minta bahan bakar cair ke tetangga, Gavin (Lucas Hedges) untuk membakar kantor Decker. Perlahan, ia melakukan penerimaan diri dengan sistem pendukung yang ada termasuk orang asing bernama Pete (John Carroll Lynch).

 

Korban Sekaligus Penyintas Kekerasan Seksual

Sorry, Baby dibagi beberapa chapter sebagai presentasi alur hidup sekaligus fase pemulihan korban sekaligus penyintas kekerasan seksual. Setiap chapter disajikan dengan intens berikut selera humor yang berselera.

Pada chapter-chapter ini, tergambar sejumlah ironi kasus kekerasan seksual. Dari dokter pria minim empati karena pemilihan katanya buruk, termasuk saran korban kekerasan seksual mestinya langsung ke rumah sakit tanpa mandi jika ingin hasil visum detail.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan