7 Kebaya Nadine Chandrawinata yang Sarat Makna, Bukan Sekadar Fashion

Dari kebaya brokat Bali hingga lurik Jawa, setiap busana yang ia kenakan terlihat sarat makna dan tidak pernah sembarangan.

Diperbarui 02 Juli 2025, 11:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Kebaya bukan sekadar pakaian bagi Nadine Chandrawinata, melainkan cermin dari filosofi dan latar budaya yang ia hayati dalam kesehariannya. Dari kebaya brokat Bali hingga lurik Jawa, setiap busana yang ia kenakan terlihat sarat makna dan tidak pernah sembarangan. 

Menariknya, gaya-gaya tersebut tidak selalu ditampilkan dalam acara besar atau perhelatan adat. Banyak di antaranya justru muncul dalam momen sederhana seperti foto keluarga atau kunjungan budaya, membuat tampilannya makin jujur dan membumi. Tujuh foto Nadine yang ia unggah melalui Instagram @nadinelist memperlihatkan transformasi kebaya dari spiritual, formal, hingga kontemporer dengan tetap menjaga akar budaya. 

Kebaya Putih Bali: Suci dan Elegan dalam Kesederhanaan

Tampilan ini menampilkan Nadine dalam kebaya putih brokat transparan dengan motif bunga, dipadukan dengan kamen songket kuning-putih dan selendang kuning khas adat Bali. Aksesori bunga kamboja di telinga dan kaki tanpa alas memberi kesan spiritual yang kuat.

Gaya ini sangat mencerminkan kesederhanaan yang sakral. Kebaya model kutubaru modern dengan warna putih memberi kesan bersih dan tenang, seolah disiapkan khusus untuk sembahyang atau upacara adat. Elegansi muncul dari keselarasan warna dan keheningan busana itu sendiri.

Kebaya Hijau Olive: Berani Bermain Warna dan Etnik

Pada tampilan ini, Nadine mengenakan kebaya hijau olive dengan bordiran warna-warni yang kaya di bagian kerah dan tangan. Kain jarik batik dan kain tenun tumpuk menambah tekstur, ditambah riasan bold dan anting panjang yang menegaskan ekspresi kuat.

Gaya ini memadukan nuansa tradisional Jawa dan Nusa Tenggara dengan keberanian bereksperimen. Perpaduan bordiran dan tenun menunjukkan semangat lintas budaya yang tetap membumi. Tampilan ini cocok untuk acara budaya yang memadukan seni, fashion, dan warisan etnik.

Kebaya Cokelat Hangat: Kebersahajaan dalam Nuansa Keluarga

Dengan kebaya cokelat tua berkerah V sederhana dan jarik motif parang merah, Nadine tampil membumi. Anak-anak dalam foto juga mengenakan batik dan kebaya cerah, memperlihatkan suasana keluarga yang hangat dan harmonis.

Warna cokelat menekankan keanggunan klasik yang tidak mencolok. Tampilan ini cocok untuk perayaan seperti Hari Kartini atau acara keluarga yang mengedepankan nilai lokal. Kesan membumi muncul dari kesamaan tema dan keharmonisan gaya seluruh anggota keluarga.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Kebaya brokat putih dengan potongan pas badan dan lengan ¾ dipadukan dengan batik sogan klasik serta sepatu selop. Rambut dibiarkan tergerai, menghadirkan kontras antara tradisional dan kasual yang seimbang. Look ini mengingatkan pada gaya Kartini modern yang kuat namun tetap anggun. Kebersihan desain dan siluet ramping menjadikan gaya ini cocok untuk acara resmi atau semi-formal. Penampilannya bersih, sopan, tapi tetap stylish tanpa kehilangan nuansa budaya.

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Alieza NurulitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan