Liputan6.com, Jakarta - Sejarah Peringatan Hari Apoteker Sedunia bermula dari sebuah gagasan sederhana yang diajukan seorang apoteker asal Turki lebih dari satu dekade lalu, jauh sebelum peringatan ini dikenal luas seperti sekarang. Siapa sangka, ide yang awalnya hanya dimuat di catatan singkat sebuah newsletter kini dirayakan jutaan apoteker di seluruh dunia.
Setiap tanggal 25 September, dunia memperingati kontribusi para apoteker dalam menjaga keamanan obat dan mendukung sistem kesehatan. Namun, tidak banyak yang tahu bahwa tanggal ini dipilih bukan tanpa alasan, melainkan menandai peristiwa penting yang terjadi lebih dari satu abad lalu.
Berikut Liputan6.com melansir dari berbagai sumber sejarah Hari Apoteker Sedunia, mulai dari asal-usul penetapannya hingga bagaimana peringatan ini berkembang dan dirayakan di Indonesia, Kamis (24/9/2026).
Advertisement
Asal-usul Penetapan Hari Apoteker Sedunia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4960115/original/057604400_1728024595-watson_3.jpeg)
Hari Apoteker Sedunia atau World Pharmacists Day diperingati setiap 25 September untuk menandai hari berdirinya Federasi Farmasi Internasional atau International Pharmaceutical Federation (FIP) di Den Haag, Belanda, pada 25 September 1912. Tanggal pendirian inilah yang kemudian dijadikan dasar penetapan peringatan tahunan bagi profesi apoteker di seluruh dunia.
Penetapan resmi Hari Apoteker Sedunia baru terjadi hampir seabad kemudian, tepatnya pada 2009, saat Dewan FIP mengesahkannya dalam Kongres Farmasi dan Ilmu Farmasi Dunia yang digelar di Istanbul, Turki. Sejak saat itu, tanggal 25 September resmi menjadi hari peringatan internasional bagi seluruh apoteker dan ilmuwan farmasi.
FIP sendiri merupakan organisasi nonpemerintah yang telah menjalin hubungan resmi dengan Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO sejak 1948. Federasi ini kini menaungi lebih dari 150 organisasi farmasi nasional dan mewakili jutaan apoteker serta ilmuwan farmasi di berbagai negara.
Advertisement
Peran Usulan Seorang Apoteker Turki di Balik Peringatan Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1355260/original/045013000_1474774032-20160925-Hari-Apoteker-Sedunia-Fanani-3.jpg)
Ide untuk menjadikan 25 September sebagai hari peringatan khusus apoteker pertama kali dicetuskan oleh seorang peneliti sejarah farmasi asal Turki bernama H. Tekiner. Gagasan ini pertama kali dituliskannya dalam sebuah artikel di situs resmi FIP pada Mei 2009, sebagai bagian dari promosi Kongres FIP ke-69 yang saat itu diadakan di Turki.
Setelah melakukan penelusuran arsip di kantor FIP di Belanda, Tekiner menemukan fakta bahwa tanggal 25 September 1912 merupakan hari resmi berdirinya FIP. Temuan inilah yang kemudian menjadi dasar usulannya untuk menjadikan tanggal tersebut sebagai Hari Apoteker Internasional.
Tekiner lantas menghubungi berbagai pihak, termasuk Asosiasi Apoteker Turki dan sejumlah sejarawan farmasi internasional, untuk meminta dukungan atas gagasannya. Usulan ini akhirnya mendapat sambutan positif dan dipublikasikan di jurnal Pharmaceutical Historian, sebelum akhirnya resmi diadopsi FIP pada 2009.
Perkembangan Peringatan dari Tahun ke Tahun
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4960114/original/033412600_1728024516-watson_1.jpeg)
Sejak resmi ditetapkan pada 2009, Hari Apoteker Sedunia mulai diperingati secara global sejak 2010, dengan tema berbeda yang ditentukan Dewan FIP setiap tahunnya. Tema ini digunakan sebagai landasan kampanye dan kegiatan edukasi yang dijalankan asosiasi farmasi di berbagai negara.
Pada 2020, FIP memperluas cakupan peringatan dengan menghadirkan Pekan Farmasi Sedunia atau World Pharmacy Week, yang berlangsung selama sepekan menjelang 25 September. Perluasan ini bertujuan mencakup seluruh sektor profesi farmasi, tidak hanya apoteker di apotek, tetapi juga ilmuwan farmasi dan tenaga pendidik farmasi.
Setiap tahun, FIP merilis materi kampanye berupa poster, video, dan bahan edukasi yang dapat digunakan organisasi farmasi di seluruh dunia. Tema tahun 2025, misalnya, mengangkat slogan "Think Health, Think Pharmacist" untuk menegaskan peran sentral apoteker dalam sistem kesehatan modern.
Advertisement
Makna dan Tujuan di Balik Peringatan Ini
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4960122/original/071372000_1728024693-watson_2.jpeg)
Hari Apoteker Sedunia hadir bukan sekadar seremonial, melainkan sebagai momen untuk meningkatkan kesadaran publik akan peran penting apoteker dalam menjaga keselamatan pasien dan mengoptimalkan penggunaan obat. Peringatan ini juga menjadi ajang mengingatkan para pengambil kebijakan agar lebih mengintegrasikan apoteker dalam sistem layanan kesehatan.
Di sekitar tanggal peringatan ini, WHO Eropa turut menyelenggarakan simposium kebijakan tingkat tinggi tentang perawatan farmasi, sekaligus meluncurkan laporan mengenai model regulasi dan praktik farmasi komunitas di berbagai kawasan. Kolaborasi semacam ini menunjukkan pengakuan global terhadap kontribusi apoteker di luar sekadar meracik dan menyerahkan obat.
FIP juga mendorong anggotanya di seluruh dunia untuk aktif menyelenggarakan kegiatan lokal, mulai dari edukasi publik, talkshow kesehatan, hingga kampanye media sosial, sebagai bentuk nyata dari semangat peringatan ini setiap tahunnya.
Peringatan Hari Apoteker Sedunia di Indonesia
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1355253/original/013031100_1474773811-20160925-Hari-Apoteker-Sedunia-Fanani-1.jpg)
Di Indonesia, Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan RI turut memperingati Hari Apoteker Sedunia setiap 25 September dengan mengangkat semangat "Majulah Apoteker Indonesia". Peringatan ini juga kerap diikuti dengan kegiatan edukasi kesehatan yang melibatkan rumah sakit dan instansi kesehatan di berbagai daerah.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan tahun 2023, Indonesia memiliki lebih dari 130 ribu apoteker aktif, dengan rasio satu apoteker melayani sekitar 2.134 penduduk. Ikatan Apoteker Indonesia atau IAI menyebut rasio ideal seharusnya satu apoteker per 1.000 penduduk, sehingga kebutuhan tenaga apoteker di Tanah Air masih terbilang tinggi.
Selain kegiatan yang digagas pemerintah, berbagai organisasi profesi dan institusi pendidikan farmasi di Indonesia juga rutin menggelar webinar dan seminar bertema kefarmasian setiap tahunnya untuk memeriahkan Hari Apoteker Sedunia sekaligus meningkatkan kompetensi tenaga apoteker di Tanah Air.
Advertisement
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Sejarah Hari Apoteker Sedunia
Kapan Hari Apoteker Sedunia diperingati?
Setiap tanggal 25 September, bertepatan dengan hari berdirinya FIP pada 1912.
Siapa yang menetapkan Hari Apoteker Sedunia?
Federasi Farmasi Internasional atau FIP menetapkannya pada Kongres Farmasi Dunia 2009 di Istanbul, Turki.
Kenapa tanggal 25 September yang dipilih?
Karena FIP resmi didirikan di Den Haag, Belanda, pada 25 September 1912.
Apakah Indonesia ikut memperingati Hari Apoteker Sedunia?
Ya, Kementerian Kesehatan RI dan Ikatan Apoteker Indonesia rutin menyelenggarakan kegiatan edukasi dan kampanye setiap 25 September.
Apa tujuan utama peringatan ini?
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran apoteker dalam menjaga keamanan obat dan mendukung sistem kesehatan global.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356963/original/076849000_1790227753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-24T122607.841.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9348780/original/066704200_1789457937-cek_fakta_-_pekerja_migran.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9339837/original/071003300_1788430175-alat_pertanian_-cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4197731/original/027071100_1666240767-pharmacist-checking-medicines-drugstore.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9332646/original/012342700_1787713788-e321c65d-e224-4b30-b5f9-c7dc77968345.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3940632/original/006857000_1645419592-caterpillar_6020b_equipina.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355283/original/019472000_1790097211-WhatsApp_Image_2026-09-23_at_00.04.59.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350795/original/061905200_1789630521-ChatGPT_Image_17_Sep_2026__14.15.53.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4647050/original/096680300_1699881296-Tempat_Sampah.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9347871/original/082698900_1789371708-ChatGPT_Image_14_Sep_2026__14.36.52.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9352169/original/056693800_1789732852-Foto_1_credit_WWF-Indonesia_Ilham_Andriansyah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9346285/original/094214300_1789120119-file_0000000047f882308af83e40b22f096a.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1176605/original/028391000_1458444646-20160319-Earth-Hour-di-kawasan-Bundaran-HI-Fanani-4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3929526/original/096494900_1644470631-jesse-schoff-Ph2KtIqKs7c-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9349154/original/070984700_1789475303-WhatsApp_Image_2026-09-15_at_7.23.17_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9350095/original/066493900_1789558806-20260916_103740.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1216325/original/021439400_1461734180-dokter.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9342761/original/060692900_1788824804-WhatsApp_Image_2026-09-08_at_2.40.52_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337780/original/021957000_1788256734-55501764799_34c22358c3_c.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3068722/original/043753000_1583385350-the-female-company-92dh83v1vcU-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9335105/original/018227500_1787910317-WhatsApp_Image_2026-08-28_at_4.43.49_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330845/original/051305400_1787453989-Wamenkes_Benny.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9330365/original/033976300_1787372967-Screenshot_2026-08-22_112815.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4944944/original/062894400_1726452004-Karhutla_Kalimantan_Selatan_Kalsel_Liputan6_20240915__1_.jpg)