Potret Pernikahan Stephanie Poetri Anak Titi DJ, Model Kebaya Simpel Sederhana Curi Perhatian

Ada yang unik dari pasangan ini: Stephanie diketahui memiliki phobia terhadap perhiasan, sehingga keduanya tidak mengenakan cincin.

Diperbarui 02 Juni 2025, 09:58 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Stephanie Poetri resmi menikah dengan Asher pada 30 Mei 2025, dalam sebuah upacara pernikahan sipil yang digelar di Beverly Hills Courthouse, Los Angeles. Momen ini dibagikan langsung oleh sang ibu, Titi DJ, melalui akun Instagram @ti2dj sehari sebelum Stephanie tampil di festival musik Heads in The Clouds 2025. Keluarga inti pun turut hadir mendampingi: Salmaa, Salwaa, dan Daffa.

Dalam unggahannya, Titi DJ menuliskan rasa syukur dan haru atas pernikahan putrinya. Ia menyambut kehadiran keluarga Asher dengan hangat: “Welcome to the family, Asher dan keluarga: Julie and Joel (Asher’s parents) Shira and Zach (Asher’s siblings).” Meski pernikahan ini baru dilakukan secara resmi di pengadilan, resepsi direncanakan akan dilangsungkan di Indonesia pada Juli atau Agustus mendatang.

Ada yang unik dari pasangan ini: Stephanie diketahui memiliki phobia terhadap perhiasan, sehingga keduanya tidak mengenakan cincin. Namun mereka akan memiliki sesuatu yang lain sebagai simbol ikatan mereka. Keputusan ini memperlihatkan bahwa pernikahan tak selalu soal simbol klasik, tapi makna personal yang lebih dalam.

1. Busana Stephanie: Kebaya Lace Bertemu Tenun dan Cowboy Boots

Stephanie memadukan unsur budaya Indonesia dan gaya kasual Amerika dalam busana pernikahannya. Ia mengenakan kebaya lace putih panjang bermotif bunga transparan yang anggun, dengan potongan sampai mata kaki yang memberi kesan formal dan elegan. Di bagian bawah terdapat belahan yang memperlihatkan rok bermotif etnik, menambahkan elemen khas Indonesia yang kuat dalam tampilannya.

Untuk bagian dalam kebaya, ia memilih inner putih polos sebagai lapisan penutup, menjaga tampilan tetap sopan namun tetap menonjolkan tekstur lace yang indah. Gaya ini menekankan pada keindahan klasik yang tetap nyaman untuk acara sipil. Pilihan kebaya ini juga menyatu dengan karakter Stephanie sebagai anak dari dua budaya—Indonesia dan Amerika.

Yang paling mencuri perhatian tentu adalah pemilihan sepatu cowboy boots berwarna biru muda yang dipakai Stephanie. Sentuhan ini memberi kejutan yang menyegarkan, menyeimbangkan tampilan tradisional dengan semangat bebas dan ekspresif. Ini bukan hanya soal estetika, tapi simbol identitas dan kenyamanan diri di hari istimewanya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Sementara itu, Asher tampil dalam gaya casual-formal yang rapi dan modern. Ia mengenakan kemeja biru muda yang kalem, dipadukan dengan celana panjang hitam dan jaket cokelat tua semi-formal. Meskipun tidak memakai jas atau dasi seperti pada pernikahan tradisional, gaya ini tetap menunjukkan keseriusan dalam suasana yang lebih santai dan personal. Pilihan ini tampaknya disengaja agar sesuai dengan karakter acara sipil yang sederhana namun bermakna. Asher juga memadukan elemen gaya kasual Amerika tanpa mengorbankan estetika keacaraan. Penampilannya terlihat clean dan harmonis berdampingan dengan Stephanie. Kombinasi keduanya mencerminkan kolaborasi dua budaya yang mengalir secara alami: Indonesia dan Amerika, formal dan kasual, klasik dan kontemporer. Sebuah pernyataan visual tentang harmoni yang tidak dibuat-buat.

Halaman
Show All
Rizka Nur Laily Muallifa, Alieza NurulitaTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan