Review Film Pabrik Gula: Paket Lengkap Horor dan Komedi, Erika Carlina Bikin Penonton Tahan Napas

Film Pabrik Gula memimpin persaingan pada Lebaran 2025 di bioskop. Ia dirilis dalam versi jam kuning (17 tahun ke atas) dan jam merah (21 tahun ke atas).

Diperbarui 05 April 2025, 09:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Film Pabrik Gula yang diproduksi MD Pictures memimpin persaingan pada Lebaran 2025 di bioskop. Dirilis dalam versi jam kuning (17 tahun ke atas) dan jam merah (21 tahun ke atas), publik lantas terkenang pada dua versi KKN di Desa Penari tiga tahun silam.

Pabrik Gula yang dibintangi Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, dan Erika Carlina juga hadir dalam format 4DX dan IMAX. Ini memungkinkannya menemui lebih banyak audiens. Benar saja, pada hari pertama penayangan, Pabrik Gula mendulang 203 ribuan penonton.

Pencapaian ini menempatkannya sebagai film Indonesia dengan jumlah penonton hari pertama terbanyak pada 2025. Dalam waktu 3,5 hari, film Pabrik Gula tembus sejuta penonton. Jumlah layar dan jam pertunjukan pun terus bertambah.

Ada yang menyebut Pabrik Gula jauh lebih bagus ketimbang KKN di Desa Penari. Benarkah? Inilah review film Pabrik Gula. Akankah jumlah penontonnya melampaui KKN di Desa Penari yang legendaris itu?

 

Adu Nasib Buruh Musiman

Dengan latar era sebelum ada medsos, Pabrik Gula mengisahkan sekumpulan warga mengadu nasib dengan menjadi buruh musiman. Tugas mereka dari memanen tebu, menggiling, hingga memproduksi gula pasir.

Fadhil (Arbani Yasiz), Endah (Ersya Aurelia), Naning (Erika Carlina), Hendra (Bukie Mansyur), Wati (Wavi Zihan), Dwi (Arif Alfiansyah), dan Franky (Benidictus Siregar) akhirnya diterima lalu menempati mes. Ada aturan ketat selama memburuh.

Pertama, jam kuning (jelang magrib) yakni waktunya berhenti bekerja dan pulang ke mes. Kedua, jam merah, pukul 21. Buruh musiman dilarang keras keluar mes. Celakanya, aturan sakral ini dilanggar sejak hari pertama bekerja.

Pelakunya Endah. Malam itu, ia mendapati seseorang keluar mes. Gelagatnya mencurigakan. Endah lantas membuntuti orang itu hingga masuk ke pabrik. Bahkan, ia nekat mengintip dari lubang tembok lalu mendapati sesuatu yang mengerikan.

 

Cetak Biru Horor Simpleman

Cetak biru KKN di Desa Penari terasa betul di Pabrik Gula, yakni sekumpulan anak muda pergi ke suatu tempat dengan aturan (berupa larangan) ketat. Pelanggaran terhadap larangan ini berdampak fatal karena melibatkan alam gaib.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Di KKN, kita mengenal Widya dan kawan-kawan. Di Pabrik Gula, ada Fadhil dan kawan-kawan. Kedua, ada sosok gaib yang dianggap sebagai “biang keladi” untuk disegani. KKN di Desa Penari melahiran tokoh ikonis Badarawuhi. Di Pabrik Gula, juga ada. KKN memiliki tempat keramat Angkara Murka. Menilik trailer Pabrik Gula, salah satu tokoh menyinggung eksistensi Kerajaan Demit. Mendengar namanya saja, penonton patut curiga dan mengantisipasi potensi “huru-hara” dari tempat tersebut.

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan