Reuni Band Oasis Sempat Menimbulkan Kisruh, Banyak yang Gagal Beli Tiket hingga Harganya Tiba-Tiba Meroket Naik

Kabar rencana digelarnya konser reuni Oasis ini sempat menjadi sorotan publik sepanjang pekan lalu.

Diterbitkan 04 September 2024, 18:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Oasis, salah satu band rock legendaris Britania Raya asal Manchester, Inggris, tengah mempersiapkan konser reuni setelah grup musik yang digawangi oleh dua bersaudara Liam Gallagher dan Noel Gallagher yang dikenal tak akur ini menyatakan bubar.

Kabar reuni Oasis ini sempat menjadi tajuk pemberitaan media sepanjang pekan lalu. Disebutkan bahwa para penggemar dari seluruh dunia sangat antusias dengan rencana dua bersaudara itu kembali ke atas panggung musik dengan satu bendera yang sama.

Sayangnya, di tengah antusiasme para penggemar yang membludak, konser reuni Oasis ini malah menimbulkan kekisruhan. Awalnya beberapa orang penggemar sempat mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket konser setelah mengantre secara daring.

Namun setelah itu, keluhan melebar menjadi harga tiket yang meroket tajam. Diketahui, pihak penyelenggara menyediakan lebih dari 1 juta tiket dengan harga mulai dari US$100 atau sekitar Rp1,5 juta sejak Sabtu (31/8/2024)pagi.

 

Pembeli Banyak yang Mendapatkan Peringatan Kesalahan

Kala itu beberapa orang mencoba masuk ke situs penjualan resmi, termasuk Ticketmaster dan Gigs and Tours. Sayangnya, mereka mendapatkan peringatan berupa kesalahan pemesanan alias error, melansir cbsnews.com.

Beberapa di antara yang lain juga diberitahu bahwa mereka sedang dalam antrean panjang bersama ribuan pemesan lainnya. Barulah beberapa jam kemudian tiket bisa dipesan kembali di situs penjualan namun dengan harga selangit, tepatnya US$7.800 atau sekitar Rp120 juta.

 

Peringatan dari Manajemen Band Setelah Harga Meroket

Selang beberapa lama kemudian, pihak manajemen Oasis langsung menyampaikan peringatan kepada para penggemar mereka. Rupanya, tiket konser reuni hanya dapat dijual ulang dengan harga nominal melalui situs resmi.

"Tiket yang muncul di situs penjualan tiket sekunder lainnya adalah palsu atau akan dibatalkan oleh promotor," begitu disampaikan mereka dalam sebuah pernyataan di media sosial, dikutip Rabu (4/9/2024).

 

Keluhan di Media Sosial

Gara-gara kesalahan tersebut, media sosial sempat ricuh oleh keluhan dari para penggemar yang kesulitan mendapatkan tiket. Salah satu pembeli yang disorot CBS adalah seorang videografer bersama Josh Jeffery.

Pria yang tinggal di dekat Edinburgh, Inggris itu, menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantre tiket secara daring. Hingga akhirnya ia mendapatkan peringatan bahwa "seluruh situs ditutup" di detik-detik akhir jelang antreannya tiba.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

"Saya sudah menyerah, teman-teman saya juga sudah menyerah. Kami memutuskan bahwa itu terlalu merepotkan," ujar Jeffery, yang pernah menonton Oasis di Manchester pada 1996 lalu di usia remaja. "Saat saya mengantre, saya mendengar lagu 'Wonderwall' mengalun dari rumah tetangga saya. Dia jelas sudah mendapatkan tiket," tambahnya dengan ungkapan sedih. Bahkan, Louis Tomlinson personel One Direction pun ikut mengeluhkan sulitnya mendapatkan tiket. “Aku tidak mendapatkan. Aku mengantre, tetapi tidak pernah mendapatkan nomor. Aku sudah mencoba,” ujarnya mengutip dari Music News. Namun begitu, tak sedikit penggemar yang berhasil membeli tiket presale pada Jumat lalu. Salah satunya adalah Barista Isabelle Doyle yang meluapakan kegembiraannya karena mendapatkan dua kursi untuk konser yang akan digelar di London itu.

Halaman
Show All
Ruly Riantrisnanto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan