Film Satu Hari Dengan Ibu (SAHDU): Kisah Penuh Nilai Moral Mengenai Bakti Anak Kepada Ibu

Film Satu Hari Dengan Ibu dijadwalkan tayang mulai 21 September 2023.

Diperbarui 22 Agustus 2023, 17:25 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Ruang 29 Pictures meluncurkan film perdana mereka berjudul "Satu Hari Dengan Ibu (SAHDU)," yang dijadwalkan tayang mulai 21 September mendatang di seluruh bioskop XXI di Indonesia. Film ini dibintangi oleh aktor muda berbakat, Chand Kelvin, yang memerankan karakter anak yang telah dewasa dan berusaha mencari makna dari bakti kepada orangtua, khususnya ibu.

Keunikan film ini terletak pada cerita yang menggambarkan kasih sayang seorang ibu kepada anak dalam aspek membesarkan, merawat, dan mendidik, berdasarkan nilai-nilai kebaikan universal yang diinspirasi oleh ajaran agama Islam dan juga agama-agama lain.

Dalam perjalanan seorang anak menuju dewasa, sering kali muncul konflik dengan ibu akibat perbedaan pandangan. Film ini mencoba mencari solusi dari konflik tersebut dengan menghadirkan berbagai penggambaran kehidupan nyata serta solusi yang memberi pencerahan.

SAHDU mengisi kekosongan dalam perfilman Indonesia dalam genre drama keluarga yang cocok untuk semua usia. Film ini memiliki karakter unik karena lahir dari ide komunitas dengan latar belakang kemanusiaan. Ini berarti bahwa komunitas saat ini berperan penting dalam membangun narasi dan menyampaikan pesan moral melalui film yang ditujukan bukan hanya kepada anggota komunitas, tetapi juga kepada masyarakat umum karena telah melewati sensor dan pantas ditonton oleh semua usia. Saat ini, SAHDU memilih untuk menayangkan filmnya melalui bioskop XXI di seluruh Indonesia, bukan melalui layanan streaming atau festival film.

“Film ini memiliki tujuan untuk menyampaikan bahwa seorang ibu adalah sosok istimewa. Kita harus mencintai dan berbakti kepada ibu selagi ia masih ada. Bagi calon ibu, persiapkan diri untuk menjadi ibu yang istimewa,” ujar Ustadz Luqmanulhakim, pendiri dan pengasuh Masjid Kapal Munzalan, Kubu Raya, Kalimantan Barat saat jumpa pers di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Senin (21/8/2023).

 

Kolaborasi

Film ini dipersembahkan oleh Komunitas Masjid Kapal Munzalan dan komunitas Musawarah, yang berkolaborasi dengan Muhammad Amrul Ummami sebagai sutradara. Muhammad Amrul Ummami dikenal melalui trilogi film pendeknya, "Cinta Subuh" (2016) dan "Mengejar Halal" (2017).

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

SAHDU mengangkat cerita tentang Dewa, seorang pria dewasa yang tinggal bersama ibunya yang menjadi orangtua tunggal karena ditinggal meninggal suaminya. Dewa sibuk dengan pekerjaan dan aktivitasnya di Jakarta, sehingga ia memiliki sedikit waktu berkualitas untuk berinteraksi dengan ibunya. Cerita ini mencerminkan relasi antara ibu dan anak dewasa yang memiliki pekerjaan dan kegiatan sendiri di luar rumah. Meskipun sang ibu terus memberikan kasih sayang yang tulus, kadang hal ini dianggap oleh anak sebagai pembatasan atau campur tangan yang berlebihan. "SAHDU mengajak penonton untuk mempertimbangkan pertanyaan-pertanyaan sederhana yang bisa memberi makna lebih dalam pada relasi ibu dan anak. Pertanyaan seperti siapa yang membangunkan kita setiap pagi, siapa yang menelepon jika kita belum pulang larut malam, dan siapa yang mengingatkan kita untuk menjalankan ibadah dengan baik. Semua ini diangkat dan diberi arti lebih dalam dalam film ini,” kata sang sutradara, Amrul Ummami.

Halaman
Show All
Aditia Saputra, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan