Resensi Film Cobweb: Bocah Korban Bullying Ngobrol Dengan Biang Petaka, Diakhiri dengan Pesta Berdarah

Cobweb adalah jawaban untuk Anda yang suka horor dengan alur gercep dan durasi ringkas. Pembabakannya sederhana dengan premis cenderung klasik.

Diperbarui 10 Agustus 2023, 22:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Kedua, karakter yang dikemas sebagai tersangka. Perkara dia benaran tersangka atau pengecoh itu urusan nanti. Dalam Cobweb, telunjuk penonton akan mengarah ke ayah ibu Peter. Carol terasa ganjil dan tidak ramah. Di sisi lain, emosi Mark berkali meledak.

Rahasia Keluarga di Dunia Horor

Ketiga, tempat yang dicurigai sebagai sarang teror. Hollywood belakangan kerap menjadikan rubanah sebagai bagian teror dari era The Conjuring hingga Blood tempo hari dan kini Cobweb memfotokopi rumus serupa. Tentu Cobweb tak 100 persen mirip pendahulunya.

Keempat, rahasia keluarga. Biasanya ini terbongkar mendekati menit akhir. Semua asumsi penonton akan terkonfirmasi pada segmen ini. Sejatinya, Cobweb tipe horor rumahan dengan populasi tokoh tak banyak. Adegan berkutat pada rumah dan sekolah.

 

Pesta Darah di Babak Akhir

Yang membuatnya terasa spesial, cara sutradara Samuel Bodin menjaga hawa seram sambil terus menyiram “bensin.” Makin ke belakang, sensasi terbakar-nya makin panas. Titik panas menyengat setelah insiden Brian di tangga. Setelahnya, teror benar-benar tanpa ampun.

“Pesta” darah terjadi persis di babak akhir mengandalkan rumah yang sejak menit awal tak beres dengan latar puncak perayaan Helloween. Rumusnya pun klasik, TKP + makhluk gaib + karakter utama + bintang tamu yang tak diundang. Klasik sekali, bukan?

 

Tak Pernah Utuh

Samuel Bodin bermodal naskah Chris Thomas Devlin dengan ciamik membuat kronologi petaka, dari kata pengantar (jatuh korban), mendatangkan biang teror (musik senyap dan kamera tak beranjak beberapa detik), hingga penampakan yang sengaja jarang utuh.

Kondisi ini membuat penonton disiksa penasaran karena selalu bertanya, “Sebenarnya makhluk ini apa, kok bisa begitu?” Tanya ini mengambang hingga menit akhir. Jawabnya pun abu-abu karena hanya mengandalkan penjelasan lisan. Inilah titik lemah Cobweb.

 

Titik Lemah Yang Dimaklumi

Titik lemah ini tampaknya akan dimaklumi penonton awam, karena tuturan Cobweb terbilang intens, nyaris tanpa jeda, minus selera humor, dan straight to the point ke pokok persoalan. Dari babak pembuka, puncak konflik dan penyelesaian, babak akhir Cobweb sangat berkesan.

Hingga keluar dari bioskop, saya masih kepikiran adegan malam Halloween di mana Brian and the geng dengan percaya diri menyatroni rumah Peter. Heeem… benar-benar mak nyus! Tak percaya? segeralah ke bioskop karena tampaknya jumlah show Cobweb tak banyak.

 

 

 

Pemain: Lizzy Caplan, Antony Starr, Cleopatra Coleman, Woody Norman, Luke Busey, Aleksandra Dragova

Produser: Andrew Childs, Evan Goldberg, Roy Lee, Seth Rogen, James Weaver

Sutradara: Samuel Bodin

Penulis: Chris Thomas Devlin

Produksi:  Point Grey Pictures, Vertigo Entertainment, Lionsgate

Durasi: 1 jam, 28 menit

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan