6 Fakta Ajil Ditto Bintangi Film Hidayah, Syuting dengan Suhu 10 Derajat Celsius Hingga Bahas Azab Kuburan Menyempit

Film Hidayah diangkat dari sinetron legendaris berjudul sama yang meledak di tahun 2005 hingga 2007. Karya sineas Monty Tiwa ini tayang 12 Januari 2023.

Diperbarui 07 Januari 2023, 22:03 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta Karier Ajil Ditto tengah berkibar. Setelah membintangi Keramat 2: Caruban Larang yang ditonton 900 ribuan orang, kini sang aktor siap meneror bioskop lewat film Hidayah rilisan MD Pictures.

Ajil Ditto menyebut Hidayah sebagai horor berkonsep klasik yang lama tidak dilihat pencinta film Indonesia. “Basic-nya azab seseorang yang melenceng dari jalan Allah, lalu dia kembali lagi,” tuturnya.

Plot Hidayah bergerak dari Bahri (Ajil Ditto) yang tinggal pindah ke Jakarta untuk memulai lembaran baru seraya mengubur masa lalu. Suatu hari, sahabatnya, Hasan (Alif Joerg) menemuinya untuk meminta tolong.

Dari sini perjalanan spiritual sarat teror dimulai. Laporan khas Showbiz Liputan6.com menghimpun 6 fakta film Hidayah yang diproduksi produser Manoj Punjabi. Siapkah Anda menghadapi azab?

 

1. Ajil Ditto Sebagai Bahri

Berbincang dengan Showbiz Liputan6.com di Jakarta, pekan ini, Ajil Ditto menjelaskan perannya dalam film Hidayah sebagai Bahri, salah satu santri di daerah Mekarwangi yang ilmu agamanya mendekati para kiai.

“Bahri digadang-gadang menjadi penerus Pak Kiai. Ia lalu pindah ke Jakarta. Karena satu dan lain hal, Bahri lupa ajaran agama serta kewajiban sebagai seorang Muslim,” Ajil Ditto membeberkan.

 

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

2. Suhu 10 Derajat Celsius

Syuting Hidayah di kawasan Ciwidey, Jawa Barat, menyisakan pengalaman tak terlupakan bagi bintang film The Fabulous Udin. Salah satu tantangan terbesarnya adalah suhu.

“Selama syuting, tantangannya cuaca. Cuaca di Ciwidey suhunya, tiap hari 10 sampai 13 derajat Celsius dalam waktu dua minggu lebih. Itu bukan cuma di lokasi, di hotel juga,” ungkapnya.

3. Kemiripan Dengan Sinetron

Film Hidayah diangkat dari sinetron laris berjudul sama yang mengudara di layar kaca pada 2005 hingga 2007. Disinggung soal kemiripan dengan sinetron, Ajil Ditto menjelaskan, premisnya tak jauh beda.

“Garis besarnya masih soal azab. Perbedaannya di sini production value lebih besar. Biaya produksi juga. Persiapan lebih lama dan matang sehingga hasil akhirnya terasa lebih real sekaligus mencekam,” kata Ajil Ditto.

 

4. Kuburan Menyempit

Saat sinetron Hidayah meledak, Ajil Ditto masih kecil. Beranjak remaja, aktor kelahiran Medan, 8 November 2001, ini membaca soal azab lewat sejumlah artikel di internet. Baginya, benang merah Hidayah yakni saat orang melenceng dari ajaran agama, kena azab, dan tobat.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

“Azab ini beragam dari meledak, kuburannya menyempit. Ada yang gue pernah nonton tuh saat jenazah (orang yang jahat semasa hidupnya) saat mau dimakamkan ditimpa hujan besar. Pokoknya ada saja halangannya,” Ajil Ditto memaparkan.  

Halaman
Show All
Wayan Diananto, Aditia SaputraTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan