6 Fakta Unik The Menu, Termasuk Inspirasi dari Restoran Nyata dan Nicholas Hoult yang Mesti Jilati Minyak Seharian

Tak hanya menyajikan cerita yang unik, ada beragam cerita menarik di balik layar film The Menu.

Diterbitkan 04 Januari 2023, 21:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Untuk The Menu, ia merekrut Dominique Crenn, seorang chef dari restoran berbintang tiga Michelin, untuk merancang konsep menu yang nyambung dengan maksud dalam skrip.

3.  Dua Minggu Percobaan

Selain Dominique Crenn, ada pula Kendall Gensler yang mewujudkan menu ini di atas piring. Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah bagaimana membuat makanan tetap terlihat segar di depan kamera, meski berjam-jam syuting. Butuh dua minggu uji coba untuk hal-hal ini.

“Misalnya apa kami harus memakai kerang kipas (scallop) asli atau dari kentang,” kata dia.

 

4.  Pecahkan Saja Gelasnya….

The Menu dibuat dengan sangat saksama hingga ke detail adegan kecil. Seperti saat adegan Tyler tak sengaja menjatuhkan gelas hingga pecah. Sutradara Mark Mylod membutuhkan waktu panjang agar sound effect dalam adegan ini berhasil menciptakan rasa tak nyaman yang diinginkan.

“Seingatku butuh waktu dua minggu bolak-balik dengan efek suaranya, hanya untuk gelas pecah. Tapi kalau dengar di speaker bioskop yang besar, ini keren banget,” kata dia.

Anya menambahkan, ia mesti melakukan sampai 79 kali ADR—atau rekaman suara ulang untuk menambahkan pekikan kecil karakternya di adegan ini.  “Ini untuk mendapat level pekikan yang pas,” kata sang aktris.

 

5. Balada Minyak Nicholas Hoult

Salah satu menu yang disajikan Chef Slowik adalah “Breadless Bread Plate” yakni hidangan pembuka berupa roti dan condiments penyertanya—tapi tanpa roti. Artinya, hanya ada beragam cocolan yang disajikan di piring. Karakter Tyler “si paling foodie” yang diperankan Nicholas Hoult, tetap saja mencicipi dan memuji-muji menu ini.

“Aku makan minyak lumayan banyak. Itu alasannya aku memegang sendok kecil itu, aku jilati sepanjang hari,” kata Nicholas Hoult dalam wawancara video dengan Vanity Fair.

“Kamu tahu kan rasanya, kalau kamu makan terlalu banyak minyak, mulutmu mulai terasa aneh,” ia mengenang.

 

6. Soal Punggung Anya

Chef Slowik bertindak sebagai magnet kuat dalam restorannya. Ke mana pun ia melangkah, pandangan para tamu mengikutinya. Kecuali Margot—yang sering memunggungi sang chef dari tempat duduknya. Ini ternyata ada maksudnya, yakni sebagai sosok yang tak terlihat dan mengancam bagi karakternya.

Hanya saja, Anya yang memerankan Margot mesti sering-sering memutar punggung saat adegan monolog Chef Slowik—dan ini membuat punggungnya nyeri.

“Aku mempertahankan posisi ini dan berpikir, ‘Aku enggak apa-apa’. Tapi ini adalah pilihan bagus,” kata Anya.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Wayan DianantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan