Liputan6.com, Jakarta Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) Pelari Nusantara kembali memberikan royalti kepada para pemilik hak yang menjadi anggota Pelari. Padahal, bulan lalu, Pelari Nusantara membagikan royalty Overseas atau penggunaan lagu di luar negeri yaitu Malaysia. Untuk kali ini yang dibagikan adalah royalti digital.
Ketua Umum LMK Pelari Nusantara Sandec Sahetapy menjelaskan bahwa Hak Ekonomi yang dimiliki pencipta lagu atau pemegang hak cipta adalah royalti. Baik royalti Hak Cipta maupun Hak Terkait.
"Kali ini Pelari memberikan royalti hak cipta yang didapat dari platform digital atau pemutaran musik lewat platform digital. Untuk platform digital ini proses distribusi royaltinya sangat mudah, karna mesin yang bekerja menghitung jumlah pemakaian atau streaming lagu, jadi bukan akal-akalan dan tidak bisa diakal-akali, semua jelas rinciannya,” kata Sandec saat pendistribusian royalti digital di acara PAPPRI Banten Collaboration di Mall Teras Kota, BSD pada Jum’at (11/11/22).
Lebih lanjut Sandec menambahkan bahwa tidak semua anggota LMK Pelari yang mendapatkan royalti. Pasalnya, memang secara real data penggunaan lagu itu dibuka secara transparan kepada anggotanya.
"Tidak semua anggota mendapatkan royalti ini, karena perhitungannya berdasarkan sistem dan data riil berapa jumlah pemakaiannya. Jadi kalau lagunya nggak digunakan di platform digital ya nggak dapat. Tetapi karena ada anggota yang baru pindah dari LMK lama yang telah distribusikan digitalnya tahun ini, berarti penghitungan mereka untuk tahun depan," lanjut Sandec.
21 Pencipta Lagu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4223997/original/035503000_1668244830-WhatsApp_Image_2022-11-12_at_4.13.46_PM.jpeg)
Pada pendistribusian royalti digital kali ini, ada sebanyak 21 pencipta lagu maupun ahli waris yang dapat royalti. Baik diterima langsung oleh pencipta lagunya ataupun diwakili ahli waris.
"Ada sekitar 21 pencipta lagu yang menerima distribusi royalti digital kali ini, sejumlah nama-nama besar seperti Fariz RM, Tito Soemarsono, Keenan Nasution, Zahir C Lubis, Haji Ukat S, Rudy Rampengan, Ryan Kyoto, Franky Sahilatua, Timur Priyono hingga Sandi Sulung dan lain-lain," tambah Sandec lagi.
Bangga
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3911438/original/016928200_1642830249-Foto_Profil_FARIZ_RM__1_.jpg)
Sementara itu Fariz RM yang juga turut menerima royalti digital ini mengaku bangga dan senang. Bukan masalah jumlahnya berapa, tapi kebenaran hak yang paling penting.
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322150/original/091705800_1786518970-HOAX__1_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4285001/original/066553900_1673179649-Target_Sektor_Wisata_2023-Angga-7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5499207/original/032366000_1770779753-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-02-11T101208.314.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9322269/original/035290200_1786523414-cek_fakta_-_ombudsman.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4223996/original/027397100_1668244830-Pendistribusian-Royalty-Digital-LMK-Pelari-Nusantara.jpg)