Sukses

Uya Kuya Punya Rumah Khusus Penderita Gangguan Mental, Pilih Lokasi di Australia

Liputan6.com, Jakarta - Uya Kuya diam-diam telah membuka rumah bagi orang-orang yang memiliki gangguan mental. Rumah tersebut memiliki fasilitas serta tenaga medis yang lengkap. 

Menariknya, lokasi rumah penampungan tersebut bertempat di Australia. Uya Kuya pun memiliki alasan khusus dalam hal lokasi rumah tersebut. Uya Kuya menyebut bahwa bisnis ini adalah bagian dari kerja sama Uya dengan pemerintah Australia.

"Jadi, gua buka rumah untuk yang kayak mental illness, orang-orang yang punya penyakit Kejiwaan. Orang yang stres tingkat tinggi itu berhak mendapatkan fasilitas di rumah itu serta perawat dan dokternya," terang Uya Kuya dalam kanal YouTube Ivan Gunawan, Selasa (2/8/2021).

2 dari 5 halaman

Dikelola Kerabat Uya

Ayah dari Cinta dan Nino ini juga menjelaskan bisnis rumah penampungan ini lebih banyak dikelola oleh kerabatnya, orang Indonesia yang kini menetap di Australia.

"Gue menyediakan, membangun rumah itu, dan itu dibayar oleh government (Australia)," jelas Uya Kuya.

 

3 dari 5 halaman

Langsung dengan Pemerintah Australia

Selain itu Uya juga mengatakan bahwa kerja sama atas bisnis ini memiliki kontrak langsung dengan pemerintah setempat.

"Dia menawarkan itu dan kontraknya langsung sama government. Gue coba, dan benar. Pengembalian dana dari mereka, belum sampai setengah tahun, 50 persen sudah balik," Uya menjelaskan.

 

4 dari 5 halaman

Laku karena Banyak yang Stres

Uya Uya pun mengklaim bahwa ia pernah mendengar bahwa tingkat stres yang dialami oleh masyarakat Australia selama pandemi Covid-19 terbilang cukup tinggi.

"Jadi, lu bisa simpulkan bahwa Covid-19 ini banyak orang yang stres? Jadi bisnis lu laku banget malahan?" Ivan Gunawan menanyakan.

"Stres. Iya," Uya Kuya menanggapi.

 

5 dari 5 halaman

Tak Ada di Tanah Air

Ketika ditanya apakah bisnis rumah penampungan tersebut ada di Indonesia, Uya menyampaikan penjelasan yang diketahui olehnya.

"Di Indonesia kan pemerintah tidak menyediakan. Ini pemerintah Australia. Benar-benar yang membayar gue tuh pemerintah Australia. Enggak ada keterlambatan, enggak ada curang-curangan," Uya mengatakan.