Sukses

Karakter Utama Trese Awalnya Pria, Mengapa Diubah Jadi Perempuan?

Liputan6.com, Jakarta - Trese, novel grafis kondang dari Filipina akhirnya dirilis dalam bentuk serial animasi di Netflix pada Jumat (11/6/2021). Jelang perilisannya, BASE Entertainment yang memproduksi serial ini, menggelar media junket bersama sejumlah media Indonesia dengan mengundang kedua kreatornya: Budjette Tan dan Kajo Baldisimo.

Salah satu hal yang mereka ungkap, adalah karakter Alexandra Trese ternyata awalnya didesain jauh berbeda dengan yang ada sekarang.

"Saat pertama kali aku membuatnya, Trese adalah seorang pria. Pria kuat, penuh stereotip genre laga," tutur Budjette Tan, sang penulis cerita.

2 dari 5 halaman

Arti Nama Trese

Ia menambahkan, bahwa saat didesain, Budjette Tan belum memiliki bayangan soal karakter ini. Tapi, ia sudah kesengsem dengan nama ini.

"Artinya [Trese] adalah 13 dalam bahasa Filipina. Tergantung orang Filipina yang kau ajak bicara, 13 bisa dianggap angka keberuntungan atau kesialan. Tapi selalu terhubung dengan supranatural dan takhayul," ia menjabarkan.

3 dari 5 halaman

Kurang Sreg

Setelah Kajo Baldisimo membuat sketsa karakter pria gagah nan perkasa, rupanya hati Budjette merasa kurang sreg.

"Sketsanya hebat, tapi aku kemudian berpikir, 'Kita sudah sering melihat yang seperti ini. Pria kuat dan bintang laga dalam serial detektif," kata dia.

Setelah berdiskusi dengan Kajo, mereka sepakat bahwa karakter Trese bakal sangat hebat sebagai seorang wanita.

4 dari 5 halaman

Makhluk Supranatural Filipina

Seperti diketahui, novel grafis yang menjadi basis animasi horor pertama BASE Entertainment ini mengangkat makhluk-makhluk mitos dalam cerita rakyat Filipina yang hidup bersembunyi di antara manusia.

Sang protagonis, Alexandra Trese, akan berhadapan dengan dunia kriminal bawah tanah yang dikendalikan oleh makhluk gaib jahat.

5 dari 5 halaman

Lahir dari Kecintaan atas Komik

Bagi Kajo dan Budjette, Trese adalah "surat cinta" untuk dunia komik yang mereka gemari.

"Trese hadir dari rasa cinta atas komik. Aku dan Kajo adalah fans berat Batman dan kami ingin mengerjakan ceritanya tapi DC enggak membolehkan, jadi kami bikin sendiri," kata Budjette sambil tertawa. 

Selain itu, sejumlah tayangan detektif atau yang memiliki gaya prosedural kepolisian seperti X-Files, CSI, hingga anime Ghost in the Shell, juga ikut mempengaruhi kelahiran Trese.