Film Animasi Unstring Your Heart Karya Siswa SMK Ukir Prestasi Internasional

Prestasi yang dicapai berkat Unstring Your Heart ini, membuktikan bahwa SMK RUS belajar dengan tanpa mengabaikan proses kreatif dan inovasi.

Diperbarui 20 Januari 2021, 22:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Dikemas menyentuh hati, cerita pun bergerak secara menyentuh, diiringi musik latar khas yang tetap menghadirkan unsur Indonesia tempo dulu yang kaya dengan nilai-nilai kearifan lokal Indonesia kepada pecinta tayangan animasi di seluruh dunia. Film Unstring Your Heart sudah ada di Youtube Official RUS Animation Studio.

Pembelajar Aktif

Dalam memproduksi film animasi Unstring Your Heart, siswa bergerak sebagai pembelajar aktif yang merdeka. Ini menjadi proses penting di mana keduanya terfasilitasi perkembangan inspirasi dan minatnya.

“Setelah dibekali pengetahuan dan ilmu dasar, siswa pun diberikan kesempatan untuk bergerak sesuai minat yang dipilihnya. Proses mendalami berlanjut, dimana siswa akan terus menekuni bidang yang diipilihnya dengan menggunakan kurikulum yang disusun secara mandiri berdasarkan sasaran yang ingin dicapainya, di bawah bimbingan guru dan sekolah tentunya,” ujar Fariddudin.

 

Pembelajaran Berbasis Proyek

Jika menyimak cerita di balik layar dan proses kreatif film Unstring Your Heart, banyak hal menarik yang menjadi pengalaman berharga bagi para siswa jurusan animasi di SMK RUS.

Betapa tidak, pembelajaran dikemas dalam bentuk Project Based Learning (PjBL) atau pembelajaran berbasis proyek. PjBL merupakan sebuah proses penting untuk mendorong kemampuan peserta didik untuk menghasilkan produk portfolio kontekstual dan bisa terlahir sebagai sebuah karya.

Kekuatan program PjBL yang diperkaya teknologi sangat memberikan pengaruh besar pada keberhasilan siswa dalam kehidupan nyata, dan bahkan memiliki daya saing. Proses belajar memberikan pengalaman di mana siswa di bawah pendampingan tenaga pendidik, mentor dan klien serta petinggi-petinggi terkait berproses bersama.

PjBL juga kemudian mengarahkan siswa untuk belajar sistem produksi animasi dari berbagai tingkatan mulai dari pre-production, production, hingga post production. Dalam proses tersebut, tentunya siswa juga mengembangkan kecakapan dalam berpikir kritis, berkomunikasi, menggali kreativitas, serta yang terpenting adalah proses berkolaborasi.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Hernowo Anggie, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan