HUT 26 SCTV, Ini 6 Program SCTV Paling Fenomenal

Selama 26 tahun menjadi salah satu stasiun televisi terbaik di Indonesia, ini dia enam program SCTV paling fenomenal.

Diterbitkan 24 Agustus 2016, 10:20 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta SCTV (singkatan dari Surya Citra Televisi) adalah sebuah stasiun televisi swasta nasional di Indonesia, lahir pada tanggal 24 Agustus 1990. Awalnya, SCTV sebagai stasiun televisi lokal di Surabaya yang berpusat di Jl Darmo Permai, Surabaya, Jawa Timur. Meski tanggal itu ditetapkan sebagai tanggal lahir SCTV, tanggal 1 Januari 1993, SCTV mendapatkan izin sebagai stasiun televisi nasional di Jakarta.

Kantor operasional SCTV secara bertahap dipindahkan dari Surabaya ke Jakarta. Namun studio SCTV tetap berada di Surabaya. Meski berkali-kali berpindah kantor, SCTV selalu mengudara setiap hari.

Pada 1993 misalnya, SCTV berpindah kantor ke Wisma AKR, Jakarta Barat yang letaknya berdekatan dengan kantor RCTI. Lalu pada 1996, SCTV berpindah kantor lagi ke Wisma Indovision. Menginjak usia ke-11, pada tahun 2001, SCTV kemudian memusatkan kegiatan operasionalnya di Gedung Graha SCTV, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

Pada 2007, kegiatan operasional SCTV berpusat di Senayan City. Namun, stasiun pemancar dan studio tetap dipusatkan di Kebon Jeruk. Tak terasa SCTV telah memasuki usia 26 tahun. Selama mengudara, SCTV memberikan acara yang menghibur penonton.

Lalu, tayangan apa sajakah yang paling dinanti di SCTV? Liputan6.com merangkum 6 Tayangan Paling Fenomenal di SCTV!

Cinta Fitri

Cinta Fitri adalah sinetron yang diproduksi oleh MD Entertainment dan ditayangkan pertama di SCTV. Cinta Fitri berhasil menjadi sinetron Indonesia dengan episode terbanyak yang ditayangkan di televisi selama 4 tahun, dengan 7 musim dan 1002 episode. Cinta Fitri memenangkan Panasonic Gobel Awards untuk kategori Drama Seri Terbaik selama dua tahun berturut-turut (2009 dan 2010).

Sinetron ini membuat lagu tema yang berjudul "Atas Nama Cinta" yang dipopulerkan oleh Rossa populer. Bahkan, Cinta Fitri melahirkan ikon di industri hiburan yaitu Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu.

Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu sukses membawa pulang penghargaan dari Panasonic Awards dan Panasonic Gobel Awards berkat aktingnya di sinetron itu. Selain itu, Cinta Fitri menyatukan pemeran utamanya Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu dalam ikatan suci pernikahan di dunia nyata setelah terlibat cinta lokasi selama syuting sinetron itu.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Lanjut Baca:

Para Pencari Tuhan adalah sinetron kuis (sinekuis) Ramadan berdurasi 1,5 jam yang ditayangkan setiap hari selama bulan Ramadan. Tayangan ini menjadi salah satu acara favorit pemirsa SCTV yang menemani selama 10 tahun terakhir. Para Pencari Tuhan yang disingkat PPT juga mengajarkan penonton menjadi orang yang lebih baik. PPT bercerita tentang kehidupan seorang merbot (penjaga musala) bernama Bang Jack (Deddy Mizwar) dan ketiga muridnya yang mantan narapidana, yaitu Chelsea (Melky Bajaj), Barong (Aden Bajaj), dan Juki (Isa Bajaj). Setelah keluar dari penjara, Barong diusir dari komplotan curanmor lantaran sering menyanyi di pengadilan. Setali tiga uang, Juki yang mantan copet, ditolak mentah-mentah saat kembali ke rumah ibunya. Nasib Chelsea agak berbeda. Ketika akan mengajak rujuk kembali dengan mantan istrinya, Marni (Anggia Jelita). Ternyata sang istri sudah menikah dengan Sumarno, polisi yang menjebloskannya ke penjara. Akhirnya mereka bertiga secara tak sengaja bertemu dan luntang-lantung menyusuri Jakarta yang tak lagi ramah. Seharian mereka menjumpai warung tutup. Hati mereka makin sakit, merasa dunia sudah benar-benar menutup diri bagi mereka. Mereka baru tersadar saat ada yang memberitahu bahwa hari ini adalah hari pertama bulan puasa, sehingga tak ada orang makan di warung. Ketiganya kemudian terdampar di sebuah musala bernama At-Taufiq. Di sana ada Bang Jack, penjaga musala yang fanatik dengan bedug. Dia tak mau azan jika belum menabuh bedug. Mantan tukang jagal ini akhirnya tak hanya menerima ketiga narapidana tersebut tapi sekaligus sudi membimbing mereka ke jalan yang benar.

Halaman
Show All
Desika Pemita, Hotnida Novita Sary, Telni RusmitantriTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan