Surat dari Praha: Tentang Cinta dan Rasa Sakit Seorang Eksil

Surat dari Praha memperlihatkan kematangan Angga Dwimas Sasongko sebagai seorang sineas.

Diterbitkan 27 Januari 2016, 20:40 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Beban akting dalam film ini bisa dikatakan bertumpu sepenuhnya pada dua tokoh utama, Julie Estelle dan Tyo Pakusadewo. Keduanya, menjawab tantangan ini dengan memberikan performa terbaiknya. Tarik menarik emosi antara dua tokoh ini berlangsung mulus, baik melalui baku dialog maupun adegan-adegan tanpa kata. Termasuk dalam menampilkan hubungan keduanya yang terasa ambigu.

Baca Juga

  • Sudah 'Klik', Sutradara 'Surat dari Praha' Tak Pakai Casting
  • Lagu Glenn Fredly Jadi Awal Film Surat dari Praha
  • Film Surat dari Praha Mirip Cerpen, Ini Jawaban Glenn Fredly

Terutama Tyo, yang berhasil menampilkan lapisan demi lapisan tokoh Jaya secara begitu apik. Sebagai lelaki tua yang kesepian, sebagai seorang eksil dengan masa lalu yang pahit, dan juga sebagai seorang pecinta. Semua layer dari tokoh ini ia eksekusi dengan sama baiknya.

Jaya yang diperankan Tio Pakusadewo dalam 'Surat dari Praha' (dokumen Visinema)

Selain bicara cinta, film ini juga memberikan tempat untuk musik dan sejarah politik. Angga berhasil meramu seluruh tema ini sehingga masing-masing dapat muncul bersama tanpa terasa janggal. Termasuk tema ‘berat’ sejarah dan politik, yang ia sajikan secara humanis lewat tokoh Jaya dan teman-temannya.

Kematangan Angga yang lain, terlihat dari ketegasannya dalam mengolah Praha sebagai lokasi syuting. Semua tahu bahwa ibu kota Republik Ceko ini penuh dengan lokasi indah yang menggiurkan. Namun Angga menahan diri untuk mengambil gambar-gambar penyedap mata ini secara berlebihan. Dan ini, adalah satu keputusan yang tepat.

> 

Ketimbang bergenit-genit memamerkan pemandangan indah yang sebenarnya tak perlu, Angga memilih fokus dalam menjaga narasi. Hasilnya, film ini terasa lebih kuat dalam menampilkan relasi tokoh-tokohnya.

Sutradara Surat dari Praha, Angga Dwimas Sasongko

Surat dari Praha yang dirilis pada 28 Januari besok, memperlihatkan bahwa Angga adalah salah satu sineas muda Indonesia dengan rekam jejak yang terjaga. Setelah Cahaya dari Timur: Beta Maluku, Filosofi Kopi, dan kini Surat dari Praha, Angga membuktikan bahwa ia layak untuk dimasukkan pada daftar sutradara Indonesia yang karya-karyanya selanjutnya, tak boleh dilewatkan dari radar.

 

 

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ratnaning Asih, Ruly RiantrisnantoTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan