REVIEW Perfect Proposal, Saat Cinderella Ketemu Hitchcock

Perfect Proposal mampu menyuguhkan kelokan cerita atau twist yang bikin penonton makin penasaran.

Diterbitkan 24 Juli 2015, 22:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Cerita drama romantis khas Asia itu lalu berbelok. Pagi harinya, Kim Seok-gu kedapatan tak bernyawa. Ji-yeon panik. Ia memberitahu Sung-yeol. Mereka harus bersiasat menyembunyikan kematian Kim Seok-gu dari awak kapal pesiar maupun publik. Sebab, kata Sung-yeol, nama Ji-yeon sebagai istri belum masuk ke daftar pewaris tahta.

Pertanyaannya, siapa pembunuh Kim Seok-gu? Apa motifnya?

Saya tak bisa beritahu, sebab bakal merusak unsur kejutan film ini. Yang ingin saya tekankan film ini menawarkan tontonan mengasyikkan. Perfect Proposal mampu menyuguhkan kelokan cerita atau twist yang bikin penonton makin penasaran sepanjang film.

Menonton Perfect Proposal yang aslinya diangkat dari novel Prancis, La Femme de paille karya Catherine Arley yang terbit tahun 1950-an ini, saya terbawa pada cerita-cerita di serial Alfred Hitchcock Presents. Kisah thriller psikologis yang disuguhkan Perfect Proposal setipe dengan cerita-cerita serial TV hitam-putih yang bisa Anda saksikan di saluran TV berbayar. 

Sekadar bahan pengetahuan, serial Alfred Hitchcock Presents adalah serial lepas (setiap episode berbeda kisahnya) yang dibuat dengan gaya Hitchcock. Sang sutradara yang dipanggil Master of Suspense ini muncul di awal serial memberi pengantar dan di akhir memberi penutup. Pada 1990-an, versi baru serial itu pernah tayang di RCTI. 

Cerita di serial itu biasanya tak cuma menyuguhkan ketegangan selayaknya kisah suspens, namun kerap membawa pada ironisme para tokohnya.

Adegan film Perfect Proposal. (dok. Jive Movies)

Saya merasa kasihan betul pada karakter Ji-yeon di film Perfect Proposal ini. Ia yang semula jadi Cinderella malah jadi tersangka pembunuhan suaminya. Bagian terbaik film ini yakni saat Ji-yeon berusaha menyembunyikan kematian suaminya. Tengok bagaimana ia takut setengah mati menyentuh mayat Kim Seok-gu.

Di bagian akhir film ketegangan makin menjadi saat kita sudah tahu siapa dalang yang menjadi penjahat sebenarnya. Memasuki bagian ini sebetulnya efek kejutannya sudah tak ada lagi. Tinggal penyelesaian akhir apakah kebenaran bakal menang.

Film berakhir bahagia, tentu saja. Penjahat bisa dilumpuhkan.

Adegan film Perfect Proposal. (dok. Jive Movies)

Pilihan membuat film ditutup dengan bahagia ini sebetulnya sedikit mengendurkan aura Hitchcockisme yang sudah susah payah dibangun. Namun saya berusaha mafhum, pada akhirnya Perfect Proposal adalah kisah Cinderella, seorang wanita biasa jadi putri kaya raya.* (Ade/Feb)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Feby FerdianTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan