Tiket Bioskop Kita Sekarang Terlalu Mahal?

Jika perfilman kita ingin maju dan tak ada lagi pembajakan, salah satu solusinya mungkin bioskop murah.

Diterbitkan 07 Mei 2015, 16:10 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Di AS, harga tiket bioskop rata-rata US$ 8 atau Rp 104 ribu. Harga tiket bioskop di Singapura juga lebih mahal, yakni 12 dollar Singapura atau setara Rp 113 ribu.

turnhoutspeelt.be

Namun, seperti dikatakan Wapres Jusuf Kalla, tarif tiket bioskop senilai Rp 50 itu masih tetap dianggap mahal oleh sebagian masyarakat. "50 puluh ribuan itu gaji sehari buruh," kata Wapres.

Dari data yang pernah dilansir Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) awal 2014, saat ini terdapat 100 juta penduduk Indonesia yang penghasilannya di bawah US$ 2 sehari. Dari jumlah 100 juta penduduk itu, 30 juta di antaranya berpenghasilan di bawah US$ 1 atau sekitar Rp 13 ribu sehari.

Bagi kelompok ini, membeli tiket bioskop tentu teramat mahal. Untuk menyiasati agar tetap dapat hiburan, kelompok masyarakat ini lalu beralih membeli DVD bajakan yang harganya sekitar Rp 6-7 ribu.

Menurut survey Cinema Index tahun 2005, jika membandingkan tiket bioskop dengan pendapatan rata-rata penduduk, warga India sagat beruntung. Di India pendapatan rata-rata per jam memang rendah (sekitar USD 0,70 atau sekitar Rp 9 ribu per jam), namun harga rata-rata tiket bioskop juga sangat rendah (sekitar USD 0,19 atau Rp 2.500). Menurut data tahun 2013 yang dikutip dari laman Statista, harga tiket bioskop di India saat ini USD 0,93 atau sekitar Rp 12 ribu. Memang terjadi kenaikan, tapi masih terbilang rendah. Andai pendapatan per jam rata-rata di India tak naik dalam sepuluh tahun terakhir (yang rasanya tak mungkin), warga India hanya cukup menambah jam kerja tak sampai setengah jam lagi.  

Tapi dari tiket bioskop yang rendah ini perfilman India tumbuh subur. Budaya menonton tak luntur. Tahun lalu Bollywood, pusat perfilman India berbahasa Hindi, menghasilkan 201 film. (Angka itu di luar film India berbahasa Telugu dan Tamil.)

Hm, jika perfilman kita ingin maju dan tak ada lagi pembajakan, salah satu solusinya mungkin bioskop murah. "Orang selalu bilang tentang kesadaran, tetapi hal (pembajakan) ini juga ada hubungannya dengan pendapatan juga," kata Wapres Jusuf Kalla. "Pendapatan rendah, orang ingin beli murah, muncul pembajakan." ** (Ade/Fer)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6

Halaman
Show All
Ade Irwansyah, Ferry NoviandiTim Redaksi
Share
Copy Link
Batalkan