Sinopsis Film Kuyank Dibintangi Rio Dewanto: Takut Suami Direbut, Istri Sah Nekat Jadi Kuyang

Sinopsis film Kuyank, prekuel Saranjana: Kota Gaib yang mengungkap kisah kelam Rusmiati terjerat ilmu hitam Kuyang agar suami tak tergoda wanita lain.

Diterbitkan 29 Januari 2026, 17:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Jadi intinya...
  • Film Kuyank adalah prekuel "Saranjana: Kota Gaib" yang berlatar tujuh tahun sebelum misteri kota gaib terbuka.
  • Rusmiati terjerat ilmu hitam Kuyang karena tekanan keluarga dan keinginan memiliki keturunan, memicu teror.
  • Badri dihadapkan pada pilihan sulit antara melindungi istri yang dicintai atau menyerah pada tekanan masyarakat.

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu film Indonesia anyar yang tayang di bioskop pekan ini yakni Kuyank dengan bintang Putri Intan, Rio Dewanto, Ochi Rosdiana, hingga aktor laga legendaris Barry Prima. Berikut sinopsis film Kuyank yang disutradarai Johansyah Jumberan.

Kuyank yang diproduksi DHF Entertainment adalah prekuel film Saranjana Kota Ghaib. Saranjana Kota Ghaib yang dirilis pada 2023 sukses mendulang 1,2 jutaan penonton. Film Kuyank sendiri syuting selama 21 hari di Kandangan dan Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Rusmiati (Putri Intan), menikah dengan Badri (Rio Dewanto), pria kaya yang jatuh hati padanya sejak pandangan pertama. Tak lama setelah ibunda meninggal, Rusmiati menerima lamaran Badri lalu memulai hidup baru sebagai pasutri. Awalnya, semua baik-baik saja.

Setelah beberapa tahun berumah tangga, masalah muncul. Rusmiati belum bisa memberikan keturunan untuk Badri. Tekanan memuncak ketika ibu mertua yang sejak awal menolak pernikahan ini mendesak Badri nikah lagi demi memperoleh anak.

Tekanan yang mengimpit melahirkan rasa takut. Takut kehilangan Badri membuat Rusmiati mengambil jalan pintas belajar ilmu kuyang demi mendapat pesona kecantikan sekaligus awet muda. Ilmu kuyang dijadikan ajian pemikat agar Badri tak berpaling ke wanita lain.

Jalan pintas ala Rusmiati berujung petaka. Kampung tempat mereka tinggal berubah jadi lokasi teror mengerikan. Sederet insiden tragis menimpa ibu hamil dan bayi. Situasi makin runyam ketika rahasia Rusmiati terbongkar. Warga pun menuntut pertanggungjawaban.

 

Kisah Awal Pernikahan dan Tekanan Keluarga

Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com di Gedung KLY Jakarta Pusat, baru-baru ini, Ochi Rosdiana menyatakan, Kuyank beda dengan film horor pada umumnya. Tak sekadar seram, film ini meletakkan fondasi kuat soal siapa kuyang sebenarnya.

Putri Intan membenarkan seraya menambahkan, “Bukan cuma horor, ini tentang budaya di Kalimantan Selatan seperti apa, kehidupan orang di sana seperti apa, isu masyarakat tentang kuyang seperti apa, itu diceritakan di sini.”

Jalan Pintas Ilmu Hitam Kuyang dan Teror Mengerikan

Belakangan banyak film Indonesia laris manis dengan mengusung kearifan lokal dan budaya daerah. Ngeri-Ngeri Sedap, misalnya. Lalu, ada Saranjana: Kota Ghaib yang menampilkan wajah cantik Kalimantan Selatan.

“(Film Kuyank) ini mengangkat budaya Kalimantan Selatan,” cetus Putri Intan. “Di sini waktunya Kaliman Selatan unjuk gigi,” imbuhnya. Setelahnya, Putri Intan menyorot penokohan dalam film Kuyank.

 

Konflik Batin dan Pilihan Sulit

Menurutnya, pengarahan yang detail dari Johansyah Jumberan memudahkan Putri Intan dan Ochi Rosdiana berempati pada tokoh yang mereka perankan. “(Fauziah itu) baik hati. Perasa. Sarkas!” jawab Ochi Rosdiana kala diminta menggambarkan Fauziah dalam, tiga kata.

Sementara Putri Intan mendefinisikan Rusmiati dengan kata, “Penyayang, baik, penurut.” Mendengar ini, Ochi Rosdiana spontan nyeletuk, “Boleh tambah satu kata enggak? Nekat!” Mendengar ini, Putri Intan tertawa.

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6