IHSG Berpeluang Melejit ke 6.380, Cek Rekomendasi Saham Analis 6 Agustus 2026

Analis prediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan pada perdagangan saham Kamis, (6/8/2026). Berikut strategi rekomendasi saham-nya.

Diterbitkan 06 Agustus 2026, 07:02 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi menguat pada perdagangan saham Kamis, (6/8/2026). IHSG hari ini akan membidik posisi 6.403-6.420. Lalu bagaimana strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melesat 0,50% ke 6.351, dan masih disertai oleh volume pembelian yang meningkat pada perdagangan saham Rabu, 5 Agustus 2026.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, saat ini posisi IHSG berada pada bagian awal dari wave v dari wave © dari wave [iv]. Ia mengatakan, hal itu berarti IHSG berpeluang melanjutkan penguatan dengan target 6.403-6.420.

“Cermati akan adanya potensi pembalikan arah dalam jangka pendek ke rentang 6.324-6.341,” kata Herditya.

Herditya menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.201,6.029 dan level resistance 6.377,6.454.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan resistance 6.260-6.380.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI), PT J Resources Asia Pacific Tbk (PSAB), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), PT Astra International Tbk (ASII), PT Sentul City Tbk (BKSL), dan PT XL Axiata Tbk (EXCL)

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) - Buy on Weakness

Saham ADRO menguat 1,19% ke 2.550 dan masih didominasi oleh volume pembelian, penguatan ADRO pun masih mampu berada di atas MA20. “Kami memperkirakan, posisi ADRO saat ini berada pada bagian dari wave v dari wave (c) dari wave [v],” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 2.480-2.520

Target Price: 2.600, 2.700

Stoploss: below 2.440

 

2.PT Astra International Tbk (ASII) - Buy on Weakness

Saham ASII terkoreksi 1,95% ke 5.025 dan disertai dengan munculnya tekanan jual, tetapi koreksi ASII masih mampu bertahan di atas MA20.

“Kami memperkirakan, posisi ASII saat ini berada pada bagian dari wave (v) dari wave A dari wave B,” kata Herditya.

Buy on Weakness: 4.960-5.025

Target Price: 5.225, 5.450

Stoploss: below 4.870

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Sentul City Tbk (BKSL) - Buy on Weakness

Saham BKSL menguat 4,35% ke 72 dan disertai oleh peningkatan volume pembelian, penguatannya pun mampu berada di atas MA60. “Kami memperkirakan, posisi BKSL saat ini berada pada bagian dari wave [v] dari wave C,” tutur dia.

Buy on Weakness: 68-71

Target Price: 77, 82

Stoploss: below 63

 

4.PT XL Axiata Tbk (EXCL) - Buy on Weakness

Saham EXCL menguat 1,99% ke 2.560 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. Herditya menuturkan, pihaknya perkirakan, posisi EXCL sedang berada pada bagian dari wave [i] dari wave C.

Buy on Weakness: 2.480-2.520

Target Price: 2.630, 2.700

Stoploss: below 2.400

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Penutupan IHSG pada 5 Agustus 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bertahan di zona hijau pada perdagangan saham Rabu, (5/8/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) tinggalkan 18.000 dan mayoritas sektor saham menghijau. Selain itu, penguatan IHSG juga terjadi setelah rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 mencapai 5,29%. Namun, pertumbuhan ekonomi itu lebih rendah dari kuartal I 2026 yang mencapai 5,61%.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup menguat 0,50% menjadi 6.351,13. Indeks saham LQ45 melemah 0,19% menjadi 633,98. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, dalam dua hari ini, IHSG berturut-turut menguat.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, IHSG ditutup menguat 0,5% sejalan dengan analisis teknikal yang disampaikan pagi ini. Selain itu, ia menilai, rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 yang mencapai 5,29% menjadi katalis positif.

“Di sisi lain, hari ini terdapat rilis data GDP Indonesia yang masih berada di atas 5% dan juga penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang saat ini berada di 17.925,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

 

Sektor Saham

Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.367,82 dan level terendah 6.316,10. Sebanyak 406 saham menguat sehingga mengangkat IHSG. 208 saham melemah dan 178 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 2.334.825 kali dengan volume perdagangan saham 40,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.917.

Dari 11 sektor saham, dua sektor saham melemah. Sektor saham keuangan turun 0,20% dan sektor saham infrastruktur merosot 0,99%. Sementara itu, sektor saham kesehatan menguat 2,35%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham basic mendaki 2,21% dan sektor saham energi, consumer nonsiklikal dan siklikal masing-masing naik 1,61%.

Selain itu, sektor saham industri mendaki 0,30%, sektor saham properti bertambah 1,6%, sektor saham teknologi menguat 1,34% dan sektor saham transportasi naik 0,72%.