Emiten MIDI Kantongi Laba Rp 485,97 Miliar hingga Juni 2026

PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatat pendapatan tumbuh 8,4% dan laba naik 24,4% hingga Juni 2026.

Diterbitkan 28 Juli 2026, 10:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) mencatat pertumbuhan pendapatan dan laba hingga semester I 2026.

Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Selasa, (28/7/2026), PT Midi Utama Indonesia Tbk meraup pendapatan Rp 11,24 triliun hingga semester I 2026. Pendapatan naik 8,45% dari semester I 2025 sebesar Rp 10,37 triliun.

Beban pokok pendapatan bertambah 7,89% menjadi Rp 8,34 triliun dari periode sama tahun sebelumnya Rp 7,73 triliun. Seiring hal itu, laba bruto perseroan naik 10,09% menjadi Rp 2,90 triliun hingga semester I 2026. Pada periode semester I 2025, laba bruto tercatat Rp 2,63 triliun.

Perseroan mencatat kenaikan beban penjualan dan distribusi naik menjadi Rp 2,17 triliun hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 2 triliun. Beban umum dan administrasi penghasilan lainnya turun menjadi Rp 215,60 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 220,94 miliar.

Perseroan meraup laba usaha Rp 623,36 miliar hingga Juni 2026, tumbuh 22,42% dari periode sama tahun sebelumnya Rp 509,18 miliar.

Perseroan mencatat laba perio berjalan naik 24,4% menjadi Rp 485,97 miliar hingga semester I 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 390,51 miliar. Laba per saham dasar naik menjadi Rp 14,53 hingga 30 Juni 2026 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 11,68.

Total ekuitas tercatat Rp 4,63 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,54 triliun. Liabilitas perseroan bertambah menjadi Rp 4,64 triliun hingga 30 Juni 2026 dari Desember 2025 sebesar Rp 4,58 triliun. Aset naik menjadi Rp 9,27 triliun dari Desember 2025 sebesar Rp 9,12 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara kas Rp 533,36 miliar hingga Juni 2026.

Kinerja MIDI 2025

Sebelumnya, PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), emiten pengelola Alfamidi mencatat kinerja keuangan positif pada 2025. Perseroan mencatat pertumbuhan pendapatan bersih dan laba.

Mengutip laporan keuangan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), ditulis Jumat, (20/3/2026), PT Midi Utama Indonesia Tbk meraup pendapatan bersih Rp 20,64 triliun pada 2025, tumbuh 3,79% dari periode 2024 sebesar Rp 19,88 triliun.

Beban pokok pendapatan naik 4,03% menjadi Rp 15,24 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 14,65 triliun. Seiring hal itu, laba bruto bertambah 3,11% menjadi Rp 5,39 triliun dari 2024 sebesar Rp 5,23 triliun.

Perseroan mencatat beban penjualan dan distribusi turun menjadi Rp 4,18 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,22 trliun. Beban umum dan administrasi susut menjadi Rp 447,97 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 487,82 miliar. Penghasilan lainnya naik menjadi Rp 230,82 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 229,64 miliar. Beban lainnya bertambah menjadi Rp 26,58 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 25,68 miliar.

Sementara itu, laba usaha  naik 34,59% menjadi Rp 967,99 miliar pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 719,17 miliar. Seiring hal itu, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk bertambah 45,01% menjadi Rp 792,36 miliar hingga 2025 dari 2024 sebesar Rp 546,40 miliar. Adapun laba per saham dasar yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk naik menjadi Rp 23,70 pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 16,34.

Total ekuitas naik 5,84% menjadi Rp 4,54 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,29 triliun. Total liabilitas perseroan naik 3,2% menjadi Rp 4,58 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 4,44 triliun. Aset perseroan naik 4,5% menjadi Rp 9,19 triliun pada 2025 dari 2024 sebesar Rp 8,73 triliun. Perseroan kantongi kas dan setara Rp 576,19 miliar.

Â