Bursa Saham Asia Hari Ini Tertekan Mengikuti Wall Street

Menjelang akhir pekan, Jumat, (24/7/2026), bursa saham Asia Pasifik merosot mengikuti wall street. Hal ini terjadi di tengah lonjakan harga minyak.

Diterbitkan 24 Juli 2026, 08:47 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik melemah pada perdagangan saham Jumat, (24/7/2026). Koreksi bursa saham Asia Pasifik mengikuti wall street dan di tengah lonjakan harga minyak imbas konflik Timur Tengah yang meningkat.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,2%. Indeks Topix melemah 1%. Selain itu, pada pembukaan, indeks Kospi tergelincir 1,8%. Indeks Kosdaq terpangkas 2,17%. Indeks ASX 200 di Australia melemah 0,47%.

Di sisi lain, kontrak berjangka S&P 500 sedikit berubah pada Kamis malam setelah sesi perdagangan yang sulit. Hal ini seiring lonjakan harga minyak dan laba yang kurang memuaskan dari dua perusahaan raksasa sehingga menekan pasar saham.

Kontrak berjangka S&P 500 menguat tipis. Kontrak berjangka Nasdaq naik 0,3%. Kontrak berjangka Dow Jones melemah 20 poin.

Sedangkan pada perdagangan regular di wall street, indeks Dow Jones turun 1%. Indeks S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 1,2% dan 2,2%.

Pergerakan pada Kamis membuat indeks utama berada di jalur penurunan mingguan. Dow dan S&P 500 masing-masing turun 0,8% dan 0,7%. Nasdaq berkinerja lebih buruk, kehilangan 1,5%.

Selain itu, harga minyak mentah Brent berjangka melampaui US$ 100 per barel untuk pertama kalinya sejak akhir Mei, melonjak sekitar 7% pada Kamis. Harga minyak mentah West Texas Intermediate berjangka naik sekitar 6% pada hari itu, setelah dua kapal tanker minyak Saudi dilaporkan tertabrak di Laut Merah.

“Meskipun posisi saat ini tidak menjamin bahwa harga minyak akan terus naik, hal itu berarti bahwa pasar memasuki eskalasi terbaru dengan posisi yang buruk untuk kejutan kenaikan harga,” ujar Kepala Ahli Strategi di LPL Financial, Adam Turnquist.

“Dan ketika sentimen dan posisi sangat bearish, bahkan penurunan kecil dalam ekspektasi pasokan dapat menghasilkan respons harga yang luar biasa,” ia menambahkan.

Hasil kuartalan dari Tesla dan Alphabet juga membebani pasar secara keseluruhan. Tesla anjlok hampir 15%, hari terburuknya sejak 10 Maret 2025, setelah membukukan pendapatan yang meleset dari perkiraan untuk kuartal kedua. Alphabet menaikkan proyeksi belanja modal setahun penuhnya, yang menyebabkan raksasa teknologi itu mengalami kerugian 7%. Itu adalah penurunan harian terbesar sejak 7 Mei 2025.

 

Penutupan IHSG 23 Juli 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada penutupan perdagangan saham Kamis, (23/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi di tengah nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menyentuh 17.941 dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup turun 0,30% menjadi 6.315,31. Indeks saham LQ45 melemah 0,86% menjadi 627,11. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.454,30 dan level terendah 6.306,64. Sebanyak 321 saham menguat sehingga menahan koreksi IHSG. Sedangkan 299 saham melemah. 176 saham diam di tempat. Seiring koreksi IHSG tersebut, berdasarkan pantauan Liputan6.com, IHSG sudah melemah dalam dua hari berturut-turut.

Selain itu, transaksi perdagangan saham juga cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 3.188.549  kali dengan volume perdagangan saham 63,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 23,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.941.

Mayoritas sektor saham menghijau pada Kamis pekan ini. Sektor saham properti menguat 3,13%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham consumer nonsiklikal naik 1,56%, sektor saham energi bertambah 1,52%, dan sektor saham transportasi menanjak 1,33%. Selain itu, sektor saham basic menguat 0,23%, sektor saham teknologi mendaki 0,71%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,05%.