IHSG Hari Ini Melemah ke 6.334, Saham INET Merosot 1,68%

Sempat menguat, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan saham Rabu, (22/7/2026.

Diterbitkan 22 Juli 2026, 16:45 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik arah melemah pada penutupan perdagangan saham Rabu, (22/7/2026). Koreksi IHSG hari ini terjadi usai Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan atau BI Rate dan rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat di 17.881.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun tipis 0,09% menjadi 6.334,47. Berdasarkan pantauan Liputan6.com, IHSG melemah setelah alami kenaikan dua hari pada pekan ini. Indeks saham LQ45 terpangkas 0,64% menjadi 632,54. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada Rabu pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.394,68 dan terendah 6.284,88. Sebanyak 340 saham melemah sehingga bebani IHSG. 272 saham menguat dan 184 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.733.273 kali dengan volume perdagangan saham 46,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 18,6 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat melemah terhadap rupiah. Kini dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.881.

Sektor saham juga bervariasi. Sektor saham transportasi melemah 1,73%, dan catat koreksi terbesar. Lalu sektor saham kesehatan turun 1,09%, sektor saham infrastruktur terpangkas 0,46% dan sektor saham basic melemah 0,26%.

Kemudian sektor saham teknologi naik 1,58%, dan catat kenaikan terbesar. Sektor saham energi bertambah 0,22%, sektor saham industri menguat 0,63%, sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,78%, sektor saham consumer siklikal menanjak 0,47%, sektor saham keuangan naik 0,18%. Lalu sektor saham properti bertambah 0,68% dan sektor saham teknologi naik 1,58%.

Harga saham INET terpangkas 1,68% menjadi Rp 234 per saham. Harga saham INET dibuka naik empat poin menjadi Rp 242 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 238 per saham. Saham INET berada di level tertinggi Rp 254 dan terendah Rp 232 per saham. Total frekuensi perdagangan 27.944 kali dengan volume perdagangan saham 3.927.163 saham. Nilai transaksi Rp 94,7 miliar.

 

Gerak Saham

Harga saham SINI turun  1,98% menjadi Rp 6.200 per saham. Harga saham SINI dibuka naik menjadi Rp 6.925 per saham dari penutupan sebelumnya Rp 6.325. Saham SINI berada di level tertinggi Rp 6.950 dan terendah Rp 6.200 per saham. Total frekuensi perdagangan 1.919 kali dengan volume perdagangan saham 130.060 saham. Nilai transaksi harian Rp 84,6 miliar.

Harga saham INKP ditutup stagnan di Rp 7.875 per saham. Harga saham INKP berada di level tertinggi Rp 7.975 dan terendah Rp 7.800 per saham. Total frekuensi perdagangan 2.727 kali dengan volume perdagangan saham 39.542 saham. Nilai transaksi harian saham Rp 31,2 miliar.

Harga saham BIPI menguat 1,23% menjadi Rp 164 per saham. Saham BIPI dibuka naik satu poin menjadi Rp 163 per saham. Harga saham BIPI berada di level tertinggi Rp 169 dan terendah Rp 157 per saham. Total frekuensi perdagangan 33.626 kali dengan volume perdagangan saham 12.864.559 saham. Nilai transaksi Rp 211,1 miliar.

 Harga saham BMRI melemah 1,34% menjadi Rp 4.420 per saham. Saham BMRI dibuka naik 10 poin menjadi Rp 4.490 per saham. Harga saham BMRI berada di level tertinggi Rp 4.490 dan terendah Rp 4.410 per saham. Total frekuensi perdagangan 24.136 kali dengan volume perdagangan saham 941.483 saham. Nilai transaksi Rp 417,3 miliar.

Bank Indonesia Tahan BI Rate

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) memutuskan mempertahankan BI Rate di level 5,75% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang digelar pada 21-22 Juli 2026. Selain itu, suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,75% dan Lending Facility dipertahankan di level 6,50%.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari bauran kebijakan moneter untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 21-22 Juli 2026 memutuskan untuk mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 4,75% dan suku bunga Lending Facility sebesar 6,50%," ujar Perry Warjiyo dalam hasil RDG Bank Indonesia, Rabu (22/7/2026).

Menurut Perry, keputusan mempertahankan suku bunga acuan juga ditujukan agar inflasi tetap berada dalam sasaran pemerintah, yakni 2,5±1% pada 2026 dan 2027.

Selain mempertahankan BI Rate, Bank Indonesia juga memperluas berbagai kebijakan untuk meningkatkan aliran masuk investasi portofolio asing, memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah, serta mempercepat pendalaman pasar uang dan pasar valuta asing (PUVA).

"Keputusan BI-Rate dan kebijakan lain dimaksud merupakan bagian terintegrasi dari bauran kebijakan Bank Indonesia yang tetap konsisten untuk semakin memperkuat stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah tetap tingginya ketidakpastian global, serta untuk mempertahankan inflasi pada tahun 2026 dan 2027 berada dalam kisaran sasaran 2,5±1% yang ditetapkan Pemerintah," kata Perry.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Rupiah Indonesia adalah mata uang resmi yang berlaku di Indonesia.
    Rupiah
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • IHSG Hari Ini
  • BI Rate