MSCI Pertahankan Indonesia di Kelompok Emerging Market

MSCI memberikan catatan kepada Indonesia meski status masih masuk pasar negara berkembang atau emerging market.

Diterbitkan 19 Juni 2026, 04:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - MSCI tetap menempatkan Indonesia dalam kelompok Emerging Market (pasar berkembang) dalam MSCI 2026 Global Market Accessibility Review atau Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI 2026. Meski statusnya tidak berubah, MSCI menyoroti sejumlah tantangan yang masih perlu dibenahi untuk meningkatkan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor global.

Melansir laporan terbaru MSCI, Jumat (19/6/2026), Indonesia masih menjadi bagian dari kelompok pasar berkembang bersama sejumlah negara besar lainnya seperti India, Korea Selatan, Arab Saudi, dan Turki. 

Namun demikian, MSCI menurunkan penilaian Indonesia pada aspek Information Flow atau arus informasi dari “+” menjadi “-”. Penurunan ini didorong oleh kekhawatiran investor internasional terhadap keterbatasan transparansi struktur kepemilikan saham serta adanya indikasi perilaku perdagangan yang terkoordinasi sehingga berpotensi mengganggu proses pembentukan harga saham yang wajar.

MSCI juga mencatat informasi terkait emiten dan data pasar saham Indonesia belum selalu tersedia secara lengkap dalam bahasa Inggris, yang menjadi salah satu pertimbangan dalam penilaian aksesibilitas pasar bagi investor asing.

Selain isu transparansi, MSCI menilai Indonesia masih menghadapi sejumlah kendala struktural, antara lain belum tersedianya pasar valuta asing offshore yang efisien, pembatasan tertentu pada transaksi valuta asing domestik, serta keterbatasan dalam aktivitas stock lending dan short selling.

Adapun Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI bertujuan menilai dan melacak evolusi aksesibilitas di masing-masing pasar, dan untuk memberi tahu otoritas pasar tentang area yang dianggap oleh investor institusional global tidak memenuhi standar internasional dan akan menyambut baik perbaikan.

Sesuai dengan tahun-tahun sebelumnya, Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI 2026 memberikan penilaian terperinci tentang aksesibilitas pasar untuk setiap pasar ekuitas yang termasuk dalam Indeks MSCI dan mengevaluasi lima kriteria aksesibilitas pasar berikut:

  • Keterbukaan terhadap kepemilikan asing
  • Kemudahan arus masuk/keluar modal
  • Efisiensi kerangka kerja operasional
  • Ketersediaan instrumen investasi
  • Stabilitas kerangka kerja kelembagaan

 

 

5 Kriteria

Kelima kriteria ini mencerminkan area yang umumnya sangat ditekankan oleh investor institusional internasional ketika mengevaluasi aksesibilitas investasi suatu pasar, termasuk perlakuan yang sama terhadap investor, arus modal yang bebas, biaya investasi, penggunaan data pasar saham yang tidak terbatas, dan risiko spesifik pasar.

MSCI menggunakan 18 ukuran aksesibilitas yang berbeda untuk menilai kelima kriteria ini, yang dijelaskan secara rinci dalam laporan Tinjauan Aksesibilitas Pasar Global MSCI 2026.

Aksesibilitas pasar, bersama dengan perkembangan ekonomi dan ukuran serta likuiditas, menentukan klasifikasi pasar menjadi developed, emerging, frontier, dan standalone market. Klasifikasi pasar merupakan masukan kunci dalam proses penyusunan indeks karena menentukan komposisi kumpulan peluang investasi yang akan diwakili. Hasil Tinjauan Klasifikasi Pasar Tahunan MSCI 2026 akan diumumkan pada 23 Juni 2026.