IHSG Diprediksi Menghijau, Cek Rekomendasi Saham 12 Juni 2026

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan bergerak di kisaran 5.740-6.100. Berikut strategi rekomendasi saham pada Jumat, (12/6/2026).

Diterbitkan 12 Juni 2026, 07:05 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang menguat pada perdagangan saham Jumat, (12/6/2026). IHSG hari ini akan menguji 6.065-6.256. Lalu bagaimana dengan strategi rekomendasi saham-nya?

IHSG melemah 0,28% menjadi 5.886 dan disertai dengan munculnya tekanan jual pada perdagangan saham Kamis, 11 Juni 2026.

“Kami memperkirakan, posisi IHSG sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave 3, sehingga IHSG masih berpeluang menguat untuk menguji area 6.065-6.256 sekaligus moving average (MA)20,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana dalam catatannya.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 5.594,5.344 dan level resistance 5.941,6.065 pada Jumat pekan ini.

Dalam riset PT Pilarmas Investindo Sekuritas menyebutkan, IHSG berpotensi menguat terbatas dengan level support dan level resistance 5.740-6.100.

Rekomendasi Saham

Untuk rekomendasi saham hari ini, PT Pilarmas Investindo Sekuritas memilih saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Mayora Indah Tbk (MYOR), dan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Sedangkan Herditya memilih saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR).

Rekomendasi Teknikal

Berikut rekomendasi teknikal dari MNC Sekuritas:

1.PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Buy on Weakness

Saham MEDC menguat 1,67% ke 1.215 dan disertai dengan munculnya volume pembelian. “Saat ini, posisi MEDC diperkirakan sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 1.190-1.210

Target Price: 1.290, 1.390

Stoploss: below 1.155

 

2.PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) - Trading Buy

Saham PGAS terkoreksi 2,60% ke 1.500 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami memperkirakan, posisi PGAS saat ini membentuk bagian dari wave 4 dari wave C,” kata Herditya.

Trading Buy: 1.440-1.485

Target Price: 1.570, 1.635

Stoploss: below 1.405

 

 

Rekomendasi Teknikal Lainnya

3.PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) - Trading Buy

Saham SMDR terkoreksi 0,72% ke 274 dan masih didominasi oleh volume pembelian. Herditya menuturkan, saat ini, posisi SMDR diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C.

Trading Buy: 270-274

Target Price: 286, 296

Stoploss: below 268

 

4.PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Buy on Weakness

Saham VKTR terkoreksi 4,76% ke 600 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi VKTR sedang berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C,” ujar dia.

Buy on Weakness: 585-600

Target Price: 655, 695

Stoploss: below 575

 

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

 

 

Penutupan IHSG pada 11 Juni 2026

Sebelumnya, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan saham Kamis, (11/6/2026). Akan tetapi, tekanan terhadap IHSG hari ini berkurang pada sesi kedua di tengah mayoritas sektor saham melemah.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini ditutup turun 0,28% menjadi 5.886,03. Indeks saham LQ45 susut 0,45% menjadi 586,84. Sebagian besar indeks saham melemah.

Pada Kamis pekan ini, IHSG sempat menyentuh posisi 6.000. IHSG sentuh level tertinggi 6.010,48. Sedangkan level terendah IHSG di 5.784,50. Ada 419 saham melemah sehingga membebani IHSG. Sedangkan 265 saham menguat dan 131 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 2.375.139 kali dengan volume perdagangan saham 33,5 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 22,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah menyentuh posisi 17.982.

Di tengah koreksi IHSG, sektor saham basic memimpin penurunan. Sektor saham basic turun 4,72%. Disusul sektor saham energi tergelincir 2,12% dan sektor saham transportasi susut 1,41%. Selain itu, sektor saham industri melemah 0,79%, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 0,57%, sektor saham consumer siklikal susut 0,66%.

Kemudian sektor saham kesehatan naik 0,74%, sektor saham keuangan bertambah 1,36%. Lalu sektor saham properti menanjak 0,70%, sektor saham teknologi naik 0,54% dan sektor saham bertambah 0,56%.