IPO Terbesar Asia 2026: Saham CXMT Terbang 466% saat Debut

CXMT menjadi perusahaan paling berharga di China saat debut perdagangan Senin, (27/7/2026) setelah harga saham naik 466%.

Diterbitkan 27 Juli 2026, 17:32 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Saham produsen chip Changxin Technology Group (CXMT) melonjak hampir 466% pada Senin, (27/7/2026) saat debut di bursa saham STAR Shanghai, China yang didominasi teknologi. Seiring lonjakan harga saham membawa CXMT sebagai perusahaan tercatat di China yang paling berharga.

Mengutip CNBC, perusahaan yang berbasis di Hefei ini telah meraup dana 57,92 miliar yuan atau US$ 8,6 miliar dari penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) setelah menetapkan harga saham IPO 8,66 yuan. Jumlah dana IPO yang diraup setara Rp 154,50 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 17.970). Seiring dana yang diraup, IPO CXMT termasuk terbesar di Asia pada 2026.

Saham CXMT ditutup pada harga 49 yuan atau Rp 130.467 (asumsi kurs yuan terhadap rupoah 2.663), dan mendorong kapitalisasi pasar saham perseroan 3,3 triliun yuan atau Rp 8.786 triliun. Kapitalisasi pasar saham CXMT melampaui kapitalisasi pasar Industrial and Commercial Bank of China (ICBC) sebesar 2,6 triliun yuan atau Rp 6.922 triliun.

Berdasarkan angka penjualan untuk kuartal keempat 2025, CXMT memegang 7,67% pangsa pasar DRAM global pada 2025, menurut prospektus IPO-nya. Chip DRAM digunakan dalam perangkat elektronik mulai dari ponsel pintar hingga server.

Pasar DRAM global didominasi oleh Samsung Electronics, SK Hynix, dan Micron Technology.

"Saya tidak ragu bahwa perusahaan ini akan tumbuh menjadi pemimpin global. Mungkin hanya masalah waktu saja sampai perusahaan ini tidak hanya menjadi penantang, tetapi juga juara global di sektor khusus ini,” ujar CEO Yiyi Capital, Theodore Shou di acara “Squawk Box Asia” CNBC.

 

CXMT Jadi Sorotan

Pencatatan saham ini terjadi pada saat CXMT mendapat perhatian yang meningkat, menyusul laporan awal bulan ini, Apple telah mulai menguji DRAM buatan produsen chip China tersebut untuk perangkat yang dijual di China.

CXMT mencatat laba operasional sebesar 35,43 miliar yuan pada kuartal pertama dari kerugian 2,83 miliar yuan setahun sebelumnya, karena melihat pertumbuhan berkelanjutan dalam permintaan daya komputasi global dan alokasi kapasitas oleh produsen utama.

“Kinerja 470% pada hari pertama bukanlah hal yang langka. Yang sangat menonjol dalam kasus khusus ini adalah perusahaan sebesar ini berkinerja sangat baik,” kata Shou.

Ia menuturkan, pada masa lalu, kinerja seperti itu terutama didorong oleh perusahaan-perusahaan berkapitalisasi kecil. Ia menambahkan, untuk CXMT, free float yang relatif terbatas pada hari pertama, dikombinasikan dengan sentimen pasar yang telah terbentuk, adalah faktor kunci yang mendorong lonjakan tersebut.

 

Catatan Terkait CXMT

Morningstar mengatakan dalam sebuah catatan pada Jumat, karena AI semakin menjadi isu keamanan nasional bagi China, CXMT kemungkinan akan menjadi penerima manfaat utama. Perusahaan riset tersebut menambahkan bahwa meskipun teknologi CXMT masih tertinggal dari pemimpin memori global, raksasa internet domestik yang memimpin pengembangan AI kemungkinan akan mendorong adopsi chipnya yang kuat karena Beijing mendorong swasembada semikonduktor.

CXMT, yang didirikan pada 2016 oleh Chairman Zhu Yiming, berencana untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan daya saing intinya, terutama produksi memori dan proyek R&D, dengan menggunakan hasil IPO.

"Saya pikir kita mendekati puncak jangka pendek dalam hal sentimen seputar siklus memori,” Shou memperingatkan.

Ia menambahkan, investor telah menjual saham menjelang IPO, terutama di China. “Bisnis chip memori ini berkelanjutan, tetapi margin dan profitabilitas bersih yang tinggi yang kita lihat saat ini tidak berkelanjutan dan harus kembali normal dalam suatu siklus,” katanya.

Ia juga menambahkan meskipun ini mungkin bukan puncak harga saham, pasar berada tepat di puncak ketidakseimbangan permintaan dan penawaran.