IHSG Anjlok Hampir 5% pada Sesi Pertama, 714 Saham Tertekan

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 4,9% dan meninggalkan posisi 5.900 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Rabu, (3/6/2026).

Diterbitkan 03 Juni 2026, 12:19 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan hingga penutupan perdagangan saham sesi pertama, Rabu (3/6/2026). IHSG hari ini merosot pada sesi pertama di tengah seluruh sektor saham yang tertekan dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menyentuh 17.918.

Mengutip data RTI, IHSG ditutup 4,94% pada sesi pertama ke 5.889,48. Indeks saham LQ45 melemah 4,64% menjadi 590,55. Seluruh indeks saham acuan kompak tertekan.

Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, koreksi IHSG didorong pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Selain itu, pergerakan IHSG dibebani oleh emiten-emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas (ARA). “Dari sisi teknikal, pergerakan Jakarta Composite Index (JCI) masih berada di fase downtrend-nya dan belum menunjukkan ada tanda-tanda pembalikan arah yang valid,” kata dia saat dihubungi Liputan6.com.

Ia memprediksi, IHSG masih tertekan pada sesi  kedua perdagangan saham. Seiring koreksi IHSG yang terjadi, Herditya menyarankan agar investor yang memiliki kas dapat melakukan averaging dan buy on weakness (BoW). “Namun, juga bisa wait and see dahulu,” kata dia.

Pada sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.213,80 dan level terendah 5.876,31. Sebanyak 714 saham melemah sehingga membebani IHSG. 64 saham diam di tempat dan 35 saham menguat. Total frekuensi perdagangan saham 1.798.806 kali dengan volume perdagangan saham 26,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 14,9 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.919.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 7,19%. Sektor saham basic susut 10,25%, sektor saham industri terpangkas 5,63%. Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal tergelincir 4,57%.

Lalu sektor saham consumer siklikal susut 3,96%, sektor saham kesehatan terperosok 5,19%, sektor saham keuangan turun 3,225. Kemudian sektor saham properti melemah 5%, sektor saham teknologi terpangkas 3,09%, sektor saham infrastruktur tergelincir 6,73% dan sektor saham transportasi merosot 5,88%.

Top Gainers-Losers

Saham-saham yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham MMIX menguat 20,95%
  • Saham MSIN menguat 18,92%
  • Saham PMUI menguat 14,71%
  • Saham LABS menguat 13,87%
  • Saham ICON menguat 10,58%

Saham-saham yang masuk top losers antara lain:

  • Saham PTRO merosot 15%
  • Saham OMRE merosot 15%
  • Saham MDIA merosot 15%
  • Saham IRSX merosot 14,97%
  • Saham APIC merosot 14,97%

 

Saham-saham teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham TPIA senilai Rp 1,9 triliun
  • Saham AMMN senilai Rp 1 triliun
  • Saham BBCA senilai Rp 966,5 miliar
  • Saham DSSA senilai Rp 883,6 miliar
  • Saham CUAN senilai Rp 772,5 miliar

 

Saham-saham teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham DSSA tercatat 114.669 kali
  • Saham TPIA tercatat 105.445 kali
  • Saham CUAN tercatat 85.932 kali
  • Saham BUMI tercatat 63.946 kali
  • Saham ANTM tercatat 56.429 kali

Jelang Penutupan IHSG Sesi Pertama

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) makin tertekan pada sesi pertama perdagangan saham Rabu, (3/6/2026). IHSG turun lebih dari 4 persen di tengah seluruh sektor saham tertekan.

Mengutip data RTI, IHSG melemah 4,34% ke 5.924. Indeks saham LQ45 melemah 4,13% menjadi 593. Seluruh indeks saham acuan tertekan.

“Kami perkirakan koreksi yang terjadi Jakarta Composite Index saat ini disebabkan oleh adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS,” ujar Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana saat dihubungi Liputan6.com.

Ia menuturkan, pergerakan IHSG juga dibebani oleh emiten konglomerasi yang selama dua hari belakangan ini bergerak menguat signifikan, bahkan mengalami auto reject atas (ARA). “Dari sisi teknikal, pergerakan JCI masih berada di fase downtrend-nya dan belum menunjukkan ada tanda pembalikan arah yang valid,” kata dia.

Jelang penutupan sesi pertama, IHSG berada di level tertinggi 6.213,80 dan level terendah 5.919,75. Sebanyak 688 saham melemah sehingga bebani IHSG. 55 saham menguat dan 71 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 1.619.719 kali dengan volume perdagangan saham 23,5 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 13,4 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 17.924.

Seluruh sektor saham tertekan. Sektor saham energi turun 6,46%, sektor saham basic melemah 8,91%, sektor saham industri merosot 5,6%, sektor saham consumer nonsiklikal terpangkas 4,39%.

Lalu sektor saham consumer siklikal turun 3,61%, sektor saham keuangan merosot 3%, sektor saham siklikal tergelincir 3,63%. Selanjutnya sektor saham properti melemah 4,85%, sektor saham teknologi turun 2,46%, sektor saham infrastruktur terpangkas 6,25% dan sektor saham transportasi merosot 5,08%.