Aksi Jual Asing Capai Rp 1,35 Triliun dalam Sepekan

Selama sepekan ini, indeks saham dipengaruhi euforia data ekonomi Indonesia positif dan isu shutdown di Amerika Serikat.

Diterbitkan 05 Oktober 2013, 09:28 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah 0,76% dalam sepekan. IHSG ditutup melemah ke level 4.389 pada Jumat (4/10/2013) dari pekan sebelumnya di level 4.423.

Investor asing cenderung melakukan aksi jual dengan transaksi mencapai Rp 1,35 triliun pada pekan ini. Isu penghentian sementara operasional pemerintah Amerika Serikat membuat investor asing banyak menjual saham.  Pada Senin (30/9/2013), aksi jual bersih investor asing mencapai Rp 805,70 miliar.

Analis PT First Asia Capital, David Sutyanto menuturkan, ada dua faktor utama yang mempengaruhi pergerakan indeks saham selama sepekan ini. Pertama, data ekonomi Indonesia positif dengan ditandainya deflasi 0,35% pada September 2013 ditambah surplus perdagangan membuat IHSG menguat.

Akan tetapi, isu shutdown  mempengaruhi pelaku pasar. David mengatakan, dampak shutdown ke Indonesia membuat ekspor ke Amerika Serikat tertekan dan dolar pun melemah. David menilai, pelaku pasar pun tak siap untuk kembali masuk ke bursa saham.

"Ketika isu shutdown terjadi pada awal pekan banyak pelaku pasar yang menjual saham. Mereka mengkhawatirkan shutdown di Amerika Serikat. Akhir pekan ini IHSG berakhir melemah yah itu didorong aksi ambil untung," kata David, saat dihubungi Liputan6, Sabtu (5/10/2013).

Untuk pergerakan indeks saham pada pekan depan, David memproyeksikan, IHSG akan terkoreksi. Sentimen eksternal masih mempengaruhi pergerakan indeks saham terutama soal isu batasan utang Amerika Serikat yang diputuskan pada 17 Oktober 2013.

"Support indeks saham di kisaran 4.150 dan resistance 4.550 pada pekan depan," ujar David.(Amh/Ndw)