Penyebab IHSG Anjlok 3,54% Hari Ini 21 Mei 2026

Seluruh sektor saham melemah sehingga menekan laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan saham Kamis, (21/5/2026).

Diterbitkan 21 Mei 2026, 20:00 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meninggalkan posisi 6.100 pada perdagangan saham Kamis, (21/5/2026). IHSG melemah di tengah aksi jual saham investor dan seluruh sektor saham melemah.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG anjlok 3,54% menjadi 6.094,94. Pada Kamis pekan ini, IHSG berada di level tertinggi 6.378,81 dan level terendah 6.080,95. Seiring IHSG melemah itu, kapitalisasi pasar saham BEI turun menjadi Rp 10.553 triliun.

Pengamat pasar modal Reydi Octa menuturkan, koreksi IHSG 3% dipicu kombinasi tekanan eksternal dan internal yang membuat investor memilih risk off.

“Dari global, pasar masih dibayangi ketidakpastian suku bunga tinggi AS, penguatan dolar AS, dan keluarnya dana asing,” ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

Sedangkan dari domestik, Reydi menuturkan, pasar khawatir terhadap stabilitas pasar modal setelah berbagai isu free float, likuiditas, dan evaluasi indeks MSCI dan FTSE. Ia juga menambahkan, pembentukan badan baru untuk ekspor komoditas juga menjadi perhatian.

“Wacana untuk membentuk satu badan baru untuk pintu ekspor komoditas juga buat investor wait and see terhadap implementasinya sehingga memberatkan laju IHSG karena sektor komoditas merupakan salah satu sektor unggulan dan penggerak IHSG,” kata dia.

Di sisi lain, investor asing melepas saham Rp 544,85 miliar. Dengan demikian, investor asing telah menjual saham Rp 41,32 triliun pada 2026.

Pada perdagangan saham Kamis pekan ini, volume perdagangan saham mencapai 33,81 miliar saham dan nilai transaksi harian Rp 18,4 triliun. Sedangkan total frekuensi perdagangan 2,12 juta kali transaksi.

Seluruh sektor saham memerah. Sektor saham energi terpangkas 6,91%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham basic susut 6,53%, sektor saham industri merosot 5,37%

Selanjutnya sektor saham consumer nonsilikal tergelincir 1,44%, sektor saham consumer siklikal merosot 6,05%, sektor saham kesehatan terperosok 1,65%, sektor saham keuangan turun 1,22%. Lalu sektor saham properti melemah 3,89%, sektor saham teknologi tergelincir 1,38%, sektor saham infrastruktur turun 5,58%, dan sektor saham transporasi susut 4,92%.

Top Gainers-Losers

Saham-saham LQ45 yang mencatatkan top gainers antara lain:

  • Saham AMRT naik 2,49%
  • Saham CPIN naik 2,40%
  • Saham AMMN naik 2,36%
  • Saham INDF naik 2,27%
  • Saham PGAS naik 1,39%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham MEDC melemah 14,84%
  • Saham DEWA melemah 11,64%
  • Saham BRPT melemah 11,05%
  • Saham CUAN melemah 9,32%
  • Saham EXCL melemah 8,59%

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan nilai antara lain:

  • Saham BBCA senilai Rp 1,3 triliun
  • Saham BUMI senilai Rp 1,2 triliun
  • Saham BRPT senilai Rp 874,2 miliar
  • Saham BMRI senilai Rp 577 miliar
  • Saham BBRI senilai Rp 527,5 miliar

 

Saham-saham LQ45 teraktif berdasarkan frekuensi antara lain:

  • Saham BIPI tercatat 100.093 kali
  • Saham BUMI tercatat 93.951 kali
  • Saham BRPT tercatat 63.212 kali
  • Saham LCKM tercatat 62.206 kali
  • Saham DEWA tercatat 44.347 kali

Sebagian Besar Bursa Saham Asia Menguat

Tekanan IHSG ini juga terjadi di tengah sebagian besar bursa saham Asia Pasifik pada Kamis pekan ini. Sebagian besar indeks saham acuan menguat mengikuti wall street seiring meningkatnya optimisme atas kesepakatan perdamaian Timur Tengah.

Mengutip CNBC, indeks Nikkei 225 di Jepang naik 3,14% menjadi 61.684,14 menyusul laporan data perdagangan yang kuat.

Ekspor Jepang pada April mencatat pertumbuhan tercepat tahun ini sejak Januari, menguat 14,8% year on year (YoY) dan melampaui perkiraan berkat lonjakan pengiriman semikonduktor.

Sementara itu, impor tumbuh 9,7% dan melampaui prediksi, demikian berdasarkan data pemerintah.

Saham SoftBank Group melonjak hampir 20%, karena pendapatan Nvidia yang luar biasa semalam menandakan momentum AI yang kuat.

Indeks Kospi Korea Selatan naik 8,42% menjadi 7.815,59 sementara indeks Kosdaq untuk perusahaan kecil naik 4,7% menjadi 1.105,97. Saham unggulan indeks, Samsung Electronics, naik lebih dari 8,5% setelah pemogokan yang melibatkan lebih dari 47.000 pekerjanya berhasil dihindari menyusul terobosan dalam negosiasi upah. Saham SK Hynix naik 11,2%.

 

Indeks Saham Acuan Lainnya

Ahli strategi global dan kepala departemen investasi global Yuanta Securities (Korea), Daniel Yoo memperkirakan Kospi mencapai 10.000 pada akhir tahun.

Korea Selatan akan memulai perdagangan spot dolar-won 24 jam pada 6 Juli, kata kementerian keuangannya pada hari Kamis, sebagai bagian dari reformasi pasar modal yang sedang berlangsung untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,47% menjadi 8.621,70.

Indeks CSI 300 China kehilangan keuntungan awal, turun 1,39% menjadi 4.783,1, sementara Indeks Hang Seng Hong Kong melemah 1,15% pada jam terakhir perdagangan.

Indeks Nifty 50 India datar dalam perdagangan yang bergejolak, sementara BSE Sensex kehilangan 0,31%.

Harga minyak cenderung naik setelah turun pada Rabu. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) berjangka naik 1,23% menjadi USD 99,47 per barel dalam perdagangan Asia pada Kamis, sementara minyak mentah Brent naik 1,24% menjadi USD 105,32 per barel.