Liputan6.com, Jakarta Cara menyimpan nasi di kulkas yang benar dimulai dengan mendinginkan nasi hingga mencapai suhu ruang sebelum dipindahkan ke wadah kedap udara. Setelah tertutup rapat, letakkan nasi di rak bagian dalam kulkas yang bersuhu stabil, bukan di rak pintu.
Untuk penyimpanan singkat, nasi cukup diletakkan di area chiller dan dihabiskan dalam beberapa hari. Jika ingin lebih tahan lama, cara menyimpan nasi di kulkas dapat dilanjutkan dengan membekukannya di freezer agar nasi sisa tidak terbuang.
Berdasarkan pedoman USDA FoodKeeper, nasi matang yang disimpan dengan benar di kulkas sebaiknya dikonsumsi dalam waktu tiga hingga lima hari. Menyimpannya lebih lama dari itu meningkatkan risiko penurunan tekstur sekaligus pertumbuhan bakteri penyebab keracunan makanan.
Advertisement
Cara Mendinginkan Nasi Sebelum Disimpan di Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363282/original/085163800_1790849167-1.jpg)
Langkah awal dalam cara menyimpan nasi di kulkas adalah memastikan nasi benar-benar dingin sebelum masuk ke wadah tertutup. Nasi panas yang langsung disimpan akan melepaskan uap air yang terperangkap, menciptakan kelembapan tinggi yang memicu tekstur berair dan mempercepat proses basi, sehingga mendinginkan nasi terlebih dahulu menjadi kunci.
Beras secara alami membawa spora bakteri Bacillus cereus yang tahan panas sehingga tetap hidup meski nasi sudah dimasak, lalu berkembang biak ketika nasi dibiarkan terlalu lama pada suhu hangat maupun suhu ruang.
JJ Johnson, chef sekaligus penulis buku The Simple Art of Rice, dikutip dari Parade menyatakan, "Selalu biarkan nasi matang mendingin sepenuhnya, tanpa ditutup, sebelum memasukkannya ke kulkas."
-
Aduk nasi segera setelah matang: Begitu matang, aduk nasi dari bagian bawah ke atas agar uap air keluar merata dan tidak menggenang. Cara ini mencegah sebagian nasi menjadi lembek, sekaligus mengurangi salah satu penyebab nasi cepat basi meski baru matang.
-
Sebarkan di nampan lebar: Tuang nasi ke piring atau nampan bersih dengan ketebalan maksimal beberapa sentimeter agar panasnya cepat lepas. Rentang suhu sekitar 4 hingga 60 derajat Celsius dikenal sebagai zona bahaya tempat bakteri berkembang paling cepat.
-
Batasi waktu di suhu ruang: Jangan biarkan nasi tergeletak berjam-jam. Idealnya nasi dipindahkan ke kulkas dalam waktu maksimal dua jam setelah dimasak untuk menekan pertumbuhan bakteri.
-
Jangan dinginkan di dalam rice cooker: Membiarkan nasi mendingin dengan tutup rice cooker tertutup justru menahan uap dan kelembapan. Shannon Stover, ahli keamanan pangan dari Michigan State University Extension, dikutip dari Yahoo menyatakan, "Jangan meletakkan nasi hangat atau panas dalam wadah tertutup di dalam kulkas."
Advertisement
Cara Menyimpan Nasi di Kulkas dengan Wadah dan Suhu yang Tepat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363283/original/096130500_1790849167-HL.jpg)
Pemilihan wadah dan pengaturan suhu adalah dua faktor penentu dalam cara menyimpan nasi di kulkas yang menjaga tekstur tetap pulen. Wadah yang longgar membuat nasi menyerap bau makanan lain sekaligus mengering karena udara dingin kulkas bersifat menarik kelembapan.
Sebagaimana diungkapkan Food Network, nasi yang sudah dingin sebaiknya disimpan dalam wadah atau kantong tertutup untuk menahan bakteri, mempertahankan kelembapan, dan mencegah nasi menyerap aroma dari bahan lain di kulkas.
-
Gunakan wadah kedap udara: Pilih wadah plastik yang aman berbahan food grade, kaca, atau kantong ziplock yang bisa ditutup rapat. Utamakan produk berlabel BPA free agar aman saat bersentuhan dengan makanan.
-
Bagi menjadi porsi kecil: Simpan nasi dalam beberapa wadah sesuai takaran sekali makan. Membagi ke dalam porsi kecil membuat nasi tidak perlu berulang kali keluar-masuk kulkas sehingga kualitasnya lebih terjaga.
-
Atur suhu dan posisi penyimpanan: Pastikan kulkas beroperasi pada suhu di bawah 4 derajat Celsius. Letakkan nasi di rak dalam atau area chiller yang suhunya stabil, hindari rak pintu yang suhunya berubah setiap kali dibuka.
-
Beri label tanggal: Tuliskan tanggal saat nasi dimasukkan ke kulkas pada wadahnya. Kebiasaan sederhana ini membantu memastikan nasi dikonsumsi sebelum melewati batas aman.
-
Konsumsi dalam tiga sampai empat hari: Nasi di area dingin biasanya masih baik selama tiga hingga empat hari. Bila belum akan dihabiskan, sebaiknya pindahkan ke Freezer untuk penyimpanan jangka panjang.
Cara Membekukan dan Memanaskan Nasi dari Kulkas
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363284/original/007131100_1790849168-3.jpg)
Membekukan lalu memanaskan ulang dengan benar adalah bagian penting dari cara menyimpan nasi di kulkas untuk stok jangka panjang. Membekukan nasi menghentikan pertumbuhan bakteri, sementara teknik pemanasan yang tepat mengembalikan kelembapan agar nasi kembali pulen.
McKenzie Dokter, instruktur chef di Auguste Escoffier School of Culinary Arts, dikutip dari AOL menyatakan, "biarkan nasi mendingin sepenuhnya sebelum memindahkannya ke wadah aman-freezer atau kantong yang dapat ditutup kembali."
-
Bekukan dalam porsi pipih: Ratakan nasi di dalam kantong beku, keluarkan udara, lalu tata mendatar agar cepat beku dan mudah ditumpuk. Pastikan suhu freezer stabil di kisaran -18 derajat Celsius. Untuk kualitas terbaik, nasi beku sebaiknya digunakan dalam waktu dua hingga tiga bulan.
-
Cegah freezer burn: Gunakan kemasan yang benar-benar rapat dan jangan menyimpan nasi dalam keadaan masih panas. Ini termasuk kesalahan menyimpan makanan beku yang membuat tekstur dan rasa menurun.
-
Cairkan dengan aman: Nasi beku bisa langsung dipanaskan, atau dipindahkan lebih dulu ke chiller. Metode mencairkan (thawing) di kulkas bawah lebih aman dibanding membiarkannya di suhu ruang.
-
Panaskan hingga benar-benar panas: Percikkan satu sampai dua sendok makan air, lalu hangatkan dengan kukusan atau microwave dalam wadah tertutup longgar. Pastikan nasi panas dan beruap merata, setidaknya mencapai suhu 74 derajat Celsius, agar bakteri yang mungkin tumbuh ikut mati.
-
Panaskan hanya satu kali: Hindari memanaskan porsi nasi yang sama berulang-ulang. Sebagaimana disampaikan Food Standards Agency, nasi sebaiknya didinginkan secepat mungkin, idealnya dalam satu jam, dan tidak dipanaskan lebih dari sekali.
Advertisement
Risiko dan Kesalahan yang Perlu Dihindari saat Menyimpan Nasi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363285/original/014683600_1790849168-4.jpg)
Selain menghemat pengeluaran, menyimpan nasi dengan benar juga mencegah risiko kesehatan yang sering diabaikan. Kesalahan kecil dalam penanganan nasi sisa dapat membuka peluang tumbuhnya bakteri penghasil racun.
Sebagaimana dikutip dari Banner Health, kondisi yang populer disebut fried rice syndrome dipicu oleh Bacillus cereus, kuman pembentuk spora yang umum ada di tanah dan bisa tumbuh pada nasi, pasta, maupun makanan bertepung lain. Emily Hovis, pengajar di University of Washington School of Public Health, dikutip dari Right as Rain UW Medicine menyatakan, "Jadi meskipun Anda memanaskannya kembali, Anda hanya membunuh sel vegetatifnya, bukan menghancurkan racunnya."
Ben Chapman, PhD, pakar keamanan pangan di North Carolina State University, dikutip dari Consumer Reports menyatakan, "Itu membuat bakteri berkembang dan menghasilkan racun tahan panas yang tidak bisa hilang dengan pemanasan." Dilansir dari Healthline, gejala reheated rice syndrome berupa mual, muntah, dan diare umumnya muncul beberapa jam setelah makan dan mereda dalam waktu sekitar 24 jam.
-
Membiarkan nasi terlalu lama di suhu ruang: Ini kesalahan paling berisiko, karena justru menjadi pemicu utama pemborosan makanan dan kontaminasi bakteri sekaligus.
-
Menyimpan nasi dalam keadaan masih panas: Uap yang mengembun di dalam wadah menciptakan kondisi lembap yang mempercepat basi.
-
Memakai wadah tidak kedap udara: Nasi jadi kering, keras, dan mudah menyerap aroma bahan lain di kulkas.
-
Menyimpan melebihi batas waktu aman: Kenali tanda makanan di kulkas yang masih aman agar tidak asal mengonsumsi nasi yang sudah lama.
-
Memanaskan nasi berkali-kali: Pemanasan berulang menurunkan mutu dan memperbesar risiko, seperti diingatkan dalam bahasan cara memanaskan nasi yang tepat.
-
Mengabaikan tanda nasi sudah rusak: Aroma asam, tekstur berlendir, atau bau tak sedap adalah sinyal nasi harus dibuang, dan memahami penyebab nasi cepat basi membantu mencegahnya.
-
Menaruh nasi di rak pintu kulkas: Suhu di pintu naik-turun setiap kali dibuka sehingga nasi lebih cepat menurun kualitasnya.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Menyimpan Nasi di Kulkas
Berapa lama nasi matang bisa disimpan di dalam kulkas?
Nasi matang yang disimpan dalam wadah kedap udara umumnya aman selama tiga hingga empat hari di area dingin kulkas. Jika ingin lebih tahan lama, bekukan nasi di freezer sehingga bisa bertahan hingga beberapa bulan tanpa banyak kehilangan tekstur.
Apakah nasi panas boleh langsung dimasukkan ke kulkas?
Sebaiknya tidak. Dinginkan nasi terlebih dahulu hingga tidak lagi mengepul, idealnya dalam waktu maksimal dua jam, karena uap dari nasi panas menimbulkan kondensasi yang membuat wadah lembap dan mempercepat pertumbuhan bakteri.
Bagaimana cara menghangatkan nasi dari kulkas agar tidak kering?
Percikkan sedikit air ke atas nasi, tutup wadah secara longgar, lalu hangatkan dengan cara dikukus atau menggunakan microwave hingga panas merata. Uap air akan mengembalikan kelembapan sehingga nasi kembali pulen seperti baru dimasak.
Dengan menerapkan langkah-langkah di atas secara konsisten, nasi sisa tidak lagi berakhir di tempat sampah dan tetap aman dinikmati keluarga. Sebagai nilai tambah, nasi yang sudah didinginkan bahkan dikaitkan dengan indeks glikemik yang lebih rendah, sehingga usaha kecil di dapur ini membawa manfaat ganda bagi kesehatan sekaligus dompet.
Baca informasi kesehatan terbaru di Kesehatan Liputan6
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8336960/original/043977000_1782207955-cek_fakta_-_bibit_Ikan_lele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362845/original/009810400_1790832367-cek_fakta_-_bibit_ikan_tawar.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362823/original/015208400_1790831366-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-01T120806.334.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3912867/original/070770300_1643009764-20220124-Kapolri-raker-dengan-komisi-III-ANGGA-5.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363281/original/077734800_1790849167-HLL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9363423/original/047017100_1790859858-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_6.58.42_PM__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362754/original/098924600_1790829492-WhatsApp_Image_2026-10-01_at_09.43.00__1_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362269/original/040098400_1790766180-795732a8-c861-4c22-8125-6fbfa58c0b6d.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361300/original/000394000_1790692999-WhatsApp_Image_2026-09-29_at_9.36.27_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360089/original/_Langkah_Membumi_mengajak_mahasiswa_mempraktikkan_pemilahan_sampah_berdasarkan_kategori_organik__anorganik_dan_residu_dalam_Waste_Sorting_Competition_yang_berlangsung_sepanjang_Bulan_September_202.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9360261/original/089333200_1790604449-1790416230.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4938388/original/037330400_1725618752-WhatsApp_Image_2024-09-06_at_6.54.31_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2995583/original/093783600_1576227057-coline-hasle-YCnycuWG7XY-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358415/original/056465700_1790339608-IMG_2927.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9358530/original/092817600_1790359243-WhatsApp_Image_2026-09-25_at_9.24.59_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9357654/original/010090000_1790271446-1000443129.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9356800/original/077671500_1790221190-WhatsApp_Image_2026-09-24_at_09.33.18.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5535000/original/090461800_1773907608-Daging_Rebus_Beku_Kering_1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9354872/original/009148200_1790065293-sD8rsFodXUOROD9Cdz83YjLLstIbFJNiMGQeTSAN.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355788/original/013411300_1790142058-01M34B0HMKHM4WNWJ1MXDPWC11.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5480336/original/073221300_1769054250-Untitled_design__6_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353848/original/032192000_1789981261-i6dqEOv9rFfo1x3wbaVdOuPrzHpSmKeiNViBpWHJ.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362178/original/002711000_1790760139-HL.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9353870/original/053408100_1789981297-2DMz9tMB8VLYd77xeqInvf7llJuAPTI0OKQPxSHH.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9362030/original/039094500_1790755989-0b3f5ac1-8c9d-4aef-acde-650a4d374dcf.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9361835/original/009550900_1790749606-The_Sleeping_Tiger_Optical_Illusion.jpg)