IHSG Dibuka Menguat ke 6.366, Mayoritas Sektor Saham Menghijau

Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat 48,48 poin pada awal sesi perdagangan saham Kamis pagi, (21/5/2026).

Diterbitkan 21 Mei 2026, 09:07 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat pada perdagangan saham Kamis pagi, (21/5/2026). Kenaikan IHSG hari ini di tengah bursa saham Asia yang melesat dan mayoritas sektor saham menghijau.

Mengutip data RTI, IHSG hari ini dibuka naik 48,48 poin menjadi 6.366,48. Pada pukul 09.01 WIB, IHSG menguat 0,59% menjadi 6.350. Indeks saham LQ45 bertambah 0,76% menjadi 634,06. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau.

Pada awal sesi perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.378,81 dan level terendah 6.343,15. Sebanyak 343 saham menguat sehingga angkat IHSG. 127 saham melemah dan 176 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan 92.138 kali dengan volume perdagangan saham 1,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 868 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah di kisaran 17.633.

Mayoritas sektor saham menghijau kecuali sektor saham transportasi. Sektor saham energi naik 0,20%, sektor saham basic mendaki 0,14%, sektor saham industri menanjak 1,15%.

Selain itu, sektor saham consumer nonsiklikal menguat 0,66%, sektor saham consumer siklikal bertambah 0,57%, sektor saham kesehatan menguat 0,18%. Selanjutnya, sektor saham keuangan mendaki 0,30%, sektor saham properti bertambah 0,53%, sektor saham teknologi melesat 0,39% dan sektor saham infrastruktur bertambah 1,04%.

Prediksi IHSG

Sebelumnya, Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan,posisi pergerakan IHSG hari ini diprediksi masih berada bagian dari wave [v] dari wave A dari wave (2) pada label hitam.

“Cermati area koreksi pada rentang 6.148-6.179 dengan area penguatan terdekat di 6.401-6.514,” ujar dia.

Ia menuturkan, IHSG akan berada di level support 6.148,6.092 dan level resistance 6.459,6.635.

Rekomendasi Saham

Herditya memilih saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), dan PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA).

Rekomendasi Teknikal

1.PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Buy on Weakness

Saham AADI terkoreksi 0,91% ke 8.125 dan masih didominasi oleh tekanan jual, koreksinya pun sudah berada di bawah MA200. “Saat ini, posisi AADI diperkirakan membentuk bagian dari wave (v) dari wave [c] dari wave B,” ujar Herditya.

Buy on Weakness: 7.475-7.825

Target Price: 8.500, 9.125

Stoploss: below 7.350

 

2.PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) - Trading Buy

Saham AMRT terkoreksi 2,77% ke 1.405 dan disertai dengan munculnya tekanan jual. “Posisi AMRT saat ini diperkirakan berada pada bagian dari wave [iv] dari wave C dari wave (Y),” kata dia.

Trading Buy: 1.380-1.400

Target Price: 1.555, 1.635

Stoploss: below 1.355

 

3.PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) - Buy on Weakness

Saham HRTA terkoreksi 0,46% ke 2.170 tetapi masih disertai dengan munculnya volume pembelian. “Kami memperkirakan, posisi HRTA saat ini berada pada bagian dari wave 3 dari wave (C),” ujar dia.

Buy on Weakness: 1.810-1.995

Target Price: 2.240, 2.370

Stoploss: below 1.755

 

4.PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) - Buy on Weakness

Saham MBMA terkoreksi 3,36% ke 460 dan masih didominasi oleh tekanan jual. “Kami perkirakan, posisi MBMA sedang berada pada bagian dari wave [iii] dari wave C,” kata dia.

Buy on Weakness: 406-432

Target Price: 478, 520

Stoploss: below 396

 

Disclaimer: Setiap keputusan investasi ada di tangan pembaca. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual saham. Liputan6.com tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi.

Top Gainers-Losers

Saham-saham LQ45 yang masuk top gainers antara lain:

  • Saham INKP naik 1,88%
  • Saham BBCA naik 1,67%
  • Saham HRTA naik 1,38%
  • Saham BBRI naik 1,32%
  • Saham BBNI naik 1,05%

 

Saham-saham LQ45 yang masuk top losers antara lain:

  • Saham CUAN melemah 6,78%
  • Saham MEDC melemah 5,16%
  • Saham BRPT melemah 4,94%
  • Saham AADI melemah 2,46%
  • Saham MDKA melemah 2,55%