Ketegangan Timur Tengah Meningkat, Bursa Saham Asia Hari Ini Bervariasi

Bursa saham Asia Pasifik beragam pada awal pekan di tengah sentimen ketegangan Amerika Serikat (AS) dan Iran yang meningkat.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 08:41 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham Asia Pasifik bervariasi pada perdagangan saham Senin pagi, (20/7/2026). Pergerakan bursa saham Asia Pasifik itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Mengutip CNBC, indeks Kospi turun 0,74% pada pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks Kosdaq terpangkas 1,66%. Indeks Australia ASX 200 menguat 0,34%. Sedangkan bursa saham Jepang libur.

Adapun pelaku pasar terus memantau konflik di Timur Tengah. Hal ini seiring ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran meningkat selama akhir pekan.

Militer AS memulai serangan kesembilan berturut-turut terhadap Iran pada Minggu lalu. Hal ini bertujuan menghancurkan kemampuan Teherean untuk menyerang kapal dagang di Selat Hormuz. Eskalasi ketegangan itu semakin menekan gencatan senjata yang rapuh antara kedua negara.

Di sisi lain, Komandpo Pusat AS mengatakan, seorang anggota militer telah tewas selama pertempuran baru-baru ini. Pasukan AS juha menemukan sisa-sisa tak dikenal di dekat lokasi serangan Iran di Yordania pada 17 Juli yang menewaskan dua orang, demikian disampaikan Centcom. Amerika Serikat (AS) juga sedang berupaya mengidentifikasi jenazah tersebut.

Di sisi lain, harga minyak berjangka naik menyusul perkembangan tersebut. Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) naik 3% menjadi di atas US$ 85 per barel. Sementara iti, harga minyak Brent melesat 3% menjadi di atas US$ 91 per barel.

Pelaku pasar juga menanti laporan keuangan terbaru yang akan dirilis pekan ini. Anggota Magnificent Seven, Alphabet dan Tesla termasuk di antara perusahaan yang akan melaporkan kinerja mereka setelah penutupan pasar pada Rabu pekan ini. Intel yang mencatat penurunan 13% pekan lalu di tengah penurunan harga chip, dijadwalkan akan merilis laporan pada Kamis pekan ini.

 

Kinerja Wall Street

Kontrak berjangka saham sebagian besar tidak berubah pada Minggu waktu setempat setelah tiga indeks saham acuan merosot selama sepekan.

Kontrak berjangka S&P 500 diperdagangkan turun 0,1%. Sementara itu, kontrak berjangka Nasdaq 100 mendatar. Kontrak berjangka Dow Jones susut 84 poin atua 0,2%.

Pada pekan lalu, tiga indeks acuan di wall street melemah didorong tekanan terhadap saham chip. Indeks S&P 500 turun 1,6%. Indeks Nasdaq terpangkas 2,9% dan indeks Dow Jones melemah 0,9%.

Chief Market Technician BTIG, Jonathan Krinsky memprediksi ada koreksi lebih lanjut untuk semikonduktor.

"Mereka tentu bisa naik dalam jangka pendek, tetapi kami tidak melihat tanda-tanda penurunan besar,” ujar dia.