Prediksi IHSG Pekan Ini: Usai Melonjak 4,24%, Mampukah Tembus 6.190?

IHSG menguat 4,24% dalam sepekan. Simak proyeksi IHSG pekan ini, sentimen pasar, serta level penting yang wajib dicermati investor.

Diterbitkan 20 Juli 2026, 13:08 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Prediksi IHSG pekan ini menjadi perhatian investor setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencatat kenaikan mingguan terbesar dalam beberapa bulan terakhir. Sepanjang pekan lalu, IHSG menguat 4,24% dan ditutup di level 6.175,54. Penguatan tersebut didorong membaiknya sentimen global, fundamental ekonomi Indonesia yang tetap solid, serta optimisme menjelang musim laporan keuangan emiten.

Kinerja positif IHSG ditopang oleh melambatnya inflasi Amerika Serikat yang lebih baik dari perkiraan pasar. Dari dalam negeri, sentimen juga menguat setelah S&P Global Ratings kembali mempertahankan peringkat utang Indonesia di level BBB dengan outlook stabil.

Kepercayaan investor semakin meningkat seiring kuatnya realisasi investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI). Pada Triwulan II 2026, FDI mencapai Rp 257,7 triliun, meningkat 27,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sekaligus menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

"Di tengah perlambatan ekonomi global dan masih berlangsungnya ketidakpastian geopolitik, capaian tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih menjadi salah satu destinasi investasi yang menarik bagi investor asing," terang Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Imam Gunadi, Senin (20/7/2026).

Meski IHSG melesat cukup tajam, aktivitas perdagangan saham masih tergolong rendah. Menurut Imam, kondisi tersebut diduga dipengaruhi berkurangnya perhatian investor menjelang babak akhir Piala Dunia FIFA.

Riset Ehrmann & Jansen (2017) bahkan menunjukkan bahwa selama Piala Dunia FIFA 2010 dan 2014, volume perdagangan saham di sejumlah negara dapat turun hingga 48% ketika tim nasional mereka sedang bertanding.

 

Likuiditas Meningkat

Imam menilai likuiditas pasar berpotensi kembali meningkat setelah turnamen sepak bola tersebut berakhir. Kondisi ini dinilai dapat menjadi katalis tambahan apabila tren penguatan IHSG masih berlanjut.

"Seiring berakhirnya turnamen tersebut, likuiditas pasar diperkirakan berpotensi meningkat kembali sehingga dapat menjadi faktor pendukung apabila momentum penguatan IHSG berlanjut," tandas Imam.

Memasuki perdagangan 20-24 Juli 2026, pasar diperkirakan tidak banyak dipengaruhi data ekonomi makro. Perhatian investor diperkirakan akan beralih ke musim laporan keuangan emiten kuartalan yang mulai dirilis.

"Hasil kinerja perusahaan diperkirakan akan menjadi penentu utama arah rotasi sektor maupun keberlanjutan aliran dana ke pasar saham domestik," terangnya.

Selain laporan keuangan, investor juga akan mencermati sejumlah indikator ekonomi domestik, mulai dari keputusan suku bunga Bank Indonesia, pertumbuhan kredit perbankan, hingga data jumlah uang beredar (M2 Money Supply) yang mencerminkan kondisi likuiditas dan aktivitas ekonomi nasional.

Sementara dari luar negeri, pelaku pasar akan menunggu sejumlah data penting seperti Loan Prime Rate China, ADP Employment Change Amerika Serikat, EIA Crude Oil Stocks, Initial Jobless Claims, neraca The Fed, hingga S&P Global Flash PMI Amerika Serikat.

 

Analisis Teknikal

Secara teknikal, IHSG dinilai masih memiliki peluang melanjutkan penguatan dalam jangka pendek. Penutupan di level 6.175,54 membuat indeks berhasil bertahan di atas rata-rata pergerakan lima hari (MA5) yang kini menjadi area support dinamis di sekitar 6.085.

Momentum kenaikan juga mulai menguat. Hal itu tercermin dari indikator Average Directional Index (ADX) yang meningkat menjadi 27,37, sementara indikator DI+ kembali berada di atas DI-. Kondisi tersebut menunjukkan tekanan beli mulai lebih dominan dibandingkan tekanan jual.

Meski demikian, IHSG kini menghadapi tantangan penting di area resistance MA50 pada level 6.190. Level tersebut akan menjadi penentu apakah kenaikan yang terjadi hanya sebatas technical rebound atau berkembang menjadi pembalikan tren yang lebih kuat.

Apabila IHSG mampu menembus level 6.190 dengan didukung peningkatan volume transaksi, peluang penguatan menuju area 6.381 akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika gagal melewati resistance tersebut, investor perlu mewaspadai aksi ambil untung setelah reli beberapa hari terakhir. Dalam skenario ini, level 6.085 menjadi support terdekat. Apabila area tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target pelemahan menuju 5.987.

Selama IHSG masih berada di bawah MA50, tren jangka menengah dinilai masih cenderung bearish sehingga potensi koreksi tetap perlu diantisipasi.

  • liputan6
    Analisis komprehensif ini membahas tren pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dampak rebalancing MSCI, rekomendasi saham terkini, pengertian dan komponen IHSG, serta faktor-faktor penggeraknya.
    Ihsg
  • liputan6
    Saham adalah hak yang dimiliki orang (pemegang saham) terhadap perusahaan berkat penyerahan bagian modal sehingga dianggap berbagai dalam pe
    Saham
  • liputan6
    Investasi adalah penanaman uang atau modal dalam suatu perusahaan atau proyek untuk tujuan memperoleh keuntungan.
    Investasi
  • Prediksi IHSG
  • IPOT
  • Indopremier
  • Investor